Satgas: Siapa pun Anda, Dukung Upaya Tracing Oleh Tenaga Kesehatan
"Tunjukkan sikap kooperatif dan terbuka dan saat wawancara dilakukan, sehingga petugas dapat memetakan kontak terdekat dengan baik."
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, meminta tidak ada pihak yang melakukan diskriminatif kepada pasien positif Covid-19. Dia menegaskan, Covid-19 bukan aib.
"Jangan ada sikap diskriminatif kepada keluarga atau kerabat yang didapati positif Covid-19," katanya dalam konferensi pers, Selasa (1/12).
Wiku meminta masyarakat hingga pejabat memberikan dukungan kepada pasien Covid-19. Dukungan sangat penting untuk memudahkan proses penyembuhan dari Covid-19.
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini juga meminta masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam melakukan testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan). Testing dan tracing merupakan kunci untuk mendeteksi dini pasien Covid-19.
"Saya meminta siapa pun Anda, baik masyarakat biasa maupun tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh daerah, pejabat, agar sepenuhnya mendukung upaya tracing yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Tunjukkan sikap kooperatif dan terbuka dan saat wawancara dilakukan, sehingga petugas dapat memetakan kontak terdekat dengan baik," tegasnya.
Sebelumnya, Wiku mengatakan masyarakat menghalangi petugas tracer yang hendak melakukan contact tracing Covid-19 dapat disanksi.
"Tindakan menghalang-halangi akan menghambat upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Di berbagai daerah, seperti DKI Jakarta, terdapat sanksi yang akan dijatuhkan," ujarnya, Jumat (27/11).
Baca juga:
Ada Komorbid dan Positif Covid-19, Gubernur Riau dan Istri Dirawat di RS
INFOGRAFIS: Ini Panduan WHO untuk Durasi Olahraga Jaga Kesehatan selama Pandemi
Satgas Sebut Kesembuhan Covid-19 Naik 6,1 Persen
Sejumlah Pelajar Positif Corona, Pembelajaran Tatap Muka di Jepara Dihentikan
Kasus Covid-19 di Jateng Masih Tinggi, UMS Tunda Kuliah Tatap Muka
Giliran Edy Rahmayadi Doakan Anies Sembuh dari Covid-19