Ruang Kelas SD Negeri di Wilayahnya Ambruk, ini Tanggapan Dinas Pendidikan Kabupaten Batang
Kondisi memprihatinkan itu membuat kegiatan belajar mengajar tak maksimal.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang menyatakan runtuhnya ruang kelas SDN Proyonanggan 3 Kabupaten Batang akan segera ditindaklanjuti dengan memerintahkan perbaikan agar proses belajar mengajar dapat berjalan aman dan nyaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Bambang Suryantoro Soedibyo mengatakan kondisi memprihatinkan itu membuat kegiatan belajar mengajar tak maksimal. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, renovasi akan segera dilakukan.
"Usulan ke depan, SDN Proyonanggan 3 kita masukkan barangkali bisa kita skala prioritaskan direvitalisasi. Karena melihat kondisinya memang parah betul," kata Bambang Suryantoro Soedibyo, Jumat (5/12).
Dia menyebut bangunan SDN Proyonanggan 3 adalah hasil merger dari SDN Proyonanggan 8 dan SDN Proyonanggan 3. Bangunan SDN Proyonanggan 3 tercatat dibangun pada 1987. Sedangkan bekas bangunan SDN Proyonanggan 8 tercatat dibangun pada 1947 dan dulu merupakan sekolah rakyat.
Bekas Sekolah Rakyat
Ruangan gudang yang roboh merupakan bekas bangunan sekolah rakyat. Pada sebuah pojok deretan bangunan lama, terdapat ruang kelas.
"Sementara ini kan kita antisipasi, selanjutnya dalam waktu dekat, akses anak-anak kita tutup dulu. Contoh, kelas sebelah ini kita kosongkan dulu karena berdekatan dengan bangunan yang roboh. Nanti kita pindah di ruang baca," tuturnya.
Bambang Suryantoro Soedibyo juga menyebut pihak sekolah dan stakeholder terkait akan segera melakukan pembersihan.
"Ini harus dibersihkan karena saya khawatir sisa-sisa ini barangkali masih kalau kena hujan, kan masih bisa roboh lagi," ujarnya.
Korban Luka Sudah Diobati
Di sisi lain, pihaknya memastikan bahwa pihak sekolah juga bertanggung jawab terhadap korban luka-luka. Dari pihak dinas, sudah membawa ke Puskesmas terdekat.
"Bahkan kami menawarkan untuk yang dirawat ke rumah sakit, tapi yang bersangkutan tidak mau. Yang jelas dari pihak sekolah sudah bertanggung jawab untuk terkait dengan korban ini. Terutama korban yang dari warga, Pak Wahyudi," pungkasnya.