RSLI Surabaya Rawat 854 Pasien Covid-19, Klaster Keluarga dan Institusi Mendominasi
Penanggung jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara memaparkan kluster keluarga dan institusi mendominasi penyebaran Covid-19 pada bulan ini.
Penanggung jawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Laksamana Pertama I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara memaparkan kluster keluarga dan institusi mendominasi penyebaran Covid-19 pada bulan ini.
"Selama bulan Juni setidaknya terdapat 65 klaster keluarga dan 14 klaster institusi/perusahaan/perumahan dengan jumlah yang terpapar bervariasi," jelas Nalendra, Senin (28/6).
Dia menambahkan, selama RSLI telah menerima 854 pasien pada bulan ini. Jumlah itu terdiri dari PMI, limpahan klaster Bangkalan dan pasien umum dari Surabaya dan sekitarnya.
Awal Juni, komposisi pasien lebih didominasi PMI dan klaster Bangkalan. Namun sepuluh hari terakhir jumlah pasien dari Surabaya meningkat tajam hingga 63,4 persen.
Meningkatnya jumlah penderita covid-19 ini menjadi indikator makin marak dan meluasnya kembali serangan Covid-19. Kondisi ini sangat dimungkinkan dengan ciri-ciri varian baru yang lebih mudah dan cepat menular.
Dia mengkhawatirkan kondisi tenaga kesehatan menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 yang mengakibatkan RSLI kebanjiran pasien. RSLI sudah mencapai titik puncak kemampuan merawat.
Dengan kapasitas 410 bed, tingkat hunian sekarang telah mencapai kisaran 350-an pasien. Antrean semakin panjang, sehingga sampai di atas 200-an pasien.
"Yang jadi perhatian kami adalah kelelahan kawan-kawan nakes. Kita harus pahami bersama bahwa begitu nakes kelelahan, imunnya turun dan akan mudah terinfeksi," jelasnya.
Untuk itu, dia menghimbau semua pihak untuk lebih taat dan ketat dalam menjalankan protokol kesehatan, terutama 5M ditambah 1 Mlagi, yaitu menghindari makan bersama. Meningkatkan imunitas dengan cara makan makanan bergizi, banyak protein, vitamin dari asupan buah-buahan, menjaga kebugaran tubuh, serta pikiran, agar rileks dan tidak capek.
"Kalau capek segera istirahat. Mulai sekarang harus sudah mulai menjalankan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dengan kebiasaan baru," ungkapnya.
Dia juga menyebut, bagi yang terpapar Covid-19 atau merasa mulai ada gejala Covid-19 utamanya gejala ringan, isolasi mandiri di rumah merupakan pilihan yang tepat dan rasional pada kondisi sekarang ini.
"Silakan melaporkan kondisi ke puskesmas terdekat, nanti akan dibantu untuk menjalani isolasi mandiri. Rumah sakit sudah banyak yang penuh, intensitas serta paparan covidnya semakin banyak dan sangat berpotensi menular," tegasnya.
Baca juga:
Kapasitas Nyaris Penuh, 213 Pasien Covid-19 Antre Masuk RSLI Surabaya
Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Penuh
BOR Isolasi dan ICU di Kota Tangerang Lampaui 90 Persen
Terjadi Lonjakan Pasien, Beberapa RS di Yogyakarta Sempat Tutup Layanan IGD
Pemprov DKI: Keterpakaian Tempat Tidur Isolasi 93 Persen dan ICU 87 Persen
Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid di Kota Bekasi Sisa 11,72 Persen