RI alihkan pembelian Leopard dari Belanda ke Jerman
Belanda tidak memberikan kepastian soal penjualan sejumlah tank buatannya kepada Indonesia.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) memutuskan untuk membatalkan rencana pembelian tank tempur jenis Leopard dari Belanda. Pasalnya, negara itu tidak memberikan kepastian soal penjualan sejumlah tank buatannya kepada Indonesia.
Demi memenuhi rencana modernisasi peralatan militer hingga 2014 mendatang, pemerintah memutuskan membeli langsung tank tersebut dari Jerman.
"Kita telah memutuskan pembelian alutsista berupa Main Battle Tank (MBT) dari Jerman dengan pertimbangan kita memperoleh kepastian waktu dan kepastian target dari volume alutsista yang kita perlukan," ujar Wakil Menteri Pertahanan, Letjen Sjafrie Sjamsoeddin, lewat siaran pers di Jakarta, Senin (2/7).
Sesuai rencana, pemerintah melakukan pemesanan secara bertahap mulai Oktober 2012. Sebagai langkah awal, Kemenhan telah memesan Leopard buatan Jerman sebanyak 15 unit di bulan itu. Selanjutnya akan terus didatangkan hingga berjumlah 100 unit pada Oktober 2014.
"Alokasi anggaran yang diperlukan untuk membeli peralatan militer MBT ini sebesar USD 280 juta, dengan skema pinjaman luar negeri, yang diproses sesuai blue print Bappenas dan Kementerian Keuangan," lanjut dia.
Saat ini, Kemenhan tengah menyelesaikan proses akselerasi dalam waktu satu minggu untuk mendapatkan kepastian dari pemerintah Jerman. Langkah ini dilakukan agar Indonesia memperoleh kepastian dari aspek pengadaan dan pembiayaan.
"Tentu saja ini diikuti dengan aspek pengawasan yang dilaksanakan tim pencegahan penyimpangan pengadaan barang dan jasa yang melibatkan BPKP, LKPP dan inspektorat dari Kemhan dan juga markas besar TNI dan Angkatan Darat," pungkasnya.(mdk/ren)