Revitalisasi Sekolah 2026: Kemendikdasmen Targetkan 71.446 Satuan Pendidikan Direvitalisasi
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan Revitalisasi sekolah 2026 untuk 71.446 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk sekolah-sekolah yang memerlukan penanganan segera.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan target ambisius untuk merevitalisasi 71.446 satuan pendidikan secara nasional pada tahun 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan dan memastikan lingkungan belajar yang aman serta kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menjelaskan bahwa target ini mencakup 11.446 sekolah tahap awal yang sudah masuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), ditambah sekitar 60.000 sekolah yang diusulkan berdasarkan arahan Presiden. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memprioritaskan perbaikan fasilitas pendidikan yang mendesak.
Pelaksanaan fisik revitalisasi tahap awal direncanakan akan dimulai pada Februari hingga Maret 2026, setelah seluruh tahapan verifikasi dan validasi rampung. Dengan perkiraan waktu pengerjaan 90 hingga 100 hari, diharapkan seluruh proyek dapat selesai pada Juni 2026 dan siap digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
Target Ambisius Revitalisasi Sekolah Nasional
Kemendikdasmen telah mengumumkan target signifikan untuk Revitalisasi sekolah 2026, yakni sebanyak 71.446 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Angka ini terbagi menjadi dua kelompok utama: 11.446 sekolah yang telah dialokasikan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebagai tahap awal, dan tambahan sekitar 60.000 sekolah yang diusulkan menyusul arahan Presiden.
Target ini menunjukkan peningkatan yang substansial dibandingkan realisasi revitalisasi pada tahun 2025, yang tercatat mencapai 16.171 satuan pendidikan. Skala program yang besar ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan infrastruktur pendidikan yang telah lama terjadi di berbagai daerah, memastikan setiap siswa mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
Tahapan dan Jadwal Pelaksanaan Revitalisasi
Pelaksanaan fisik revitalisasi tahap awal direncanakan akan dimulai pada Februari hingga Maret 2026. Proses ini akan diawali dengan tahapan verifikasi dan validasi yang ketat, dilanjutkan dengan verifikasi lanjutan untuk memastikan semua data dan kondisi sekolah akurat. Setelah itu, pengerjaan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar 90 hingga 100 hari.
Mariman Darto optimis bahwa seluruh proyek revitalisasi tahap awal dapat selesai pada bulan Juni 2026, sehingga bangunan sekolah dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. Selain itu, revitalisasi tahap kedua yang mencakup sekitar 60.000 sekolah juga direncanakan mulai dikerjakan pada awal Maret 2026, setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan.
Prioritas Penanganan dan Kondisi Lapangan
Dalam kunjungannya ke SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Mariman Darto menyoroti kerusakan parah pada bagian atap dan plafon yang ambrol, serta beberapa titik lain yang membahayakan keselamatan. Bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1983 ini memang sudah tua dan membutuhkan penanganan segera.
Mariman juga menekankan pentingnya memeriksa kembali seluruh ruang kelas secara menyeluruh untuk memastikan keamanan bangunan. Revitalisasi sarana dan prasarana sekolah, seperti SMPN 1 Sambong, merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama bagi sekolah yang memiliki peran vital di wilayahnya.
Kepala SMPN 1 Sambong, Wiwik Sulistiyowati, mengungkapkan bahwa kerusakan bangunan telah terjadi beberapa tahun terakhir, dengan kondisi terparah pada 15 Desember 2025 saat atap dan plafon ambrol. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar sempat dialihkan ke ruang laboratorium dan ruangan lain yang tersedia, menyoroti urgensi dari program revitalisasi ini.
Sumber: AntaraNews