Remaja napi kasus pembunuhan ikuti ujian paket
"Untuk yang mengikuti Ujian Nasional hari ini tidak ada," kata Hasan.
Seorang remaja pelajar setara Sekolah Menengah Atas (SMA) narapidana Lapas Anak dan Perempuan Pekanbaru, Riau, yang terlibat kasus pembunuhan akan mengikuti ujian kesetaraan paket C.
"Sebelumnya dia divonis empat tahun kurungan oleh majelis hakim pengadilan negeri," kata Kepala Seksi Pembinaan dan Kegiatan Kerja (Binadik) Lapas Anak dan Wanita Pekanbaru, Hasan, kepada Antara di Pekanbaru, Senin siang.
Ia mengatakan, napi tersebut telah menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan sejak lebih setahun.
Dia hanya mengikuti ujian kesetaraan paket C yang diadakan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau.
"Untuk yang mengikuti Ujian Nasional hari ini tidak ada," kata Hasan seperti dikutip dari Antara, Senin (14/4).
Ia mengatakan, sampai hari ini pihak petugas dari dinas pendidikan tidak ada yang melakukan pendataan napi atau tahanan di lapas ini.
Itu artinya, kata dia, tidak ada napi atau tahanan yang menjalani Ujian Nasional yang digelar serentak hari ini.
Menurut data Dinas Pendidikan Provinsi Riau, sebanyak 76.894 siswa-siswi dari sejumlah SMA/sederajat di seluruh kabupaten/kota mengikuti Ujian Nasional yang dilaksanakan serentak hari ini.
Untuk tingkat SMA terdata sebanyak 41.928 pelajar, SMK sebanyak 21.349 pelajar, Madrasah Awaliyah (MA) sebanyak 8.949 pelajar, peserta Paket C sebanyak 4.653 orang dan SMA Luar Biasa sebanyak 15 pelajar.
Sementara mengenai untuk rincian masing-masing daerah, Kota Pekanbaru menjadi peserta terbanyak dengan total 15.828 pelajar.
Kemudian Kabupaten Kampar sebanyak 8.249 pelajar, Kabupaten Rokan Hili sebanyak 7.959 peserta dan Kabupaten Bengkalis ada sebanyak 7.957 peserta.
Baca juga:
Polisi tanggalkan seragam dinas selama kawal UN
Masih di Abu Dhabi, pemain timnas U-19 Paulo Oktavianus absen UN
Curi motor, siswa SMK di Surabaya ujian di kantor polisi
Terlibat pencurian, seorang siswa di Pamekasan ikut UN di Lapas
Polisi usut pengedar kunci jawaban UN di medsos