Rektor Universitas Tadulako siap diperiksa KPK
Basir Cyio siap menjelaskan tudingan Nazaruddin perihal uang upeti terkait proyek pengadaan alat laboratorium.
Rektor Universitas Tadulako Basir Cyio mengaku siap jika dirinya diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pembahasan anggaran di Kemendikbud dengan tersangka Angelina Sondakh.
"Kalau diundang atas nama lembaga tentu saya hadir," ujarnya ketika dihubungi, Rabu, (6/6).
Basir menjelaskan mengenai tudingan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Nazar menyebut Universitas Tadulako sebagai salah satu dari tiga universitas yang dimintai 'upeti' oleh Angie untuk pembuatan sejuta kalender Anas. Menurut Basir, ketika peristiwa itu terjadi dirinya belum menjabat menjadi Rektor Universitas Tadulako. Dirinya baru dilantik menjadi Rektor pada Maret 2011.
"Itu kan Tahun 2009/2010, masa kepemimpinan almarhum Sahabudin Mustafa (rektor lama). Saya baru dilantik maret 2011," ujarnya.
Meski demikian, Basir mengaki dirinya pernah mendengar adanya proyek pengadaan alat-alat laboratorium tersebut. "Saya memang pernah dengar, tapi nggak tahu apakah itu Rumah Sakit atau pengadaan peralatan laboratorium," tukasnya.
"Kita pernah disampaikan ada beberapa Universitas yang diberi, saya tidak tahu itu diberi seperti apa," terangnya.
Usai menjalani pemeriksaan di KPK, Selasa (6/6) malam, Nazaruddin menyebut sejumlah universitas yang menyetorkan uang ke mantan anggota Banggar Angelina Sondakh terkait dengan sejumlah proyek-proyek yang dikaitkan mantan puteri Indonesia tersebut.
Universitas yang disebutkan Nazar yakni Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah dan Universitas Nusa Cendana, Kupang, NTT. Saat itu, Angie masih aktif sebagai anggota Komisi X DPR yang membidangi olahraga dan pendidikan.(mdk/bal)