Rawan dikriminalisasi, pimpinan KPK minta hak imunitas
Rawan dikriminalisasi, pimpinan KPK minta hak imunitas. KPK cukup rawan mendapat kriminalisasi dalam penanganan kasus. Karena alasan itulah pimpinan KPK menginginkan mendapat hak imunitas.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menginginkan dirinya beserta pimpinan KPK lainnya bisa mendapat hak imunitas. Pasalnya, menurut Agus, KPK cukup rawan mendapat kriminalisasi dalam penanganan kasus.
"Ya mungkin perlu lah. Itu sudah banyak yang menyuarakan tapi itu nanti lah kalau ikuti Undang-undang Ombudsman, Undang-undang MK, itu di Undang-undang mereka ada imunitas ada perlindungan. Kebetulan di Undang-undang KPK tidak ada," ujar Agus di gedung KPK, Senin (14/11).
Namun sejauh ini, dikatakan Agus belum ada pembahasan mengenai hal tersebut. Agus menuturkan, pembahasan imunitas untuk KPK bisa dibahas kembali jika ada revisi mengenai Undang-undang KPK.
"Nanti lah kalau kita sudah waktunya membahas revisi itu mungkin menjadi salah satunya," pungkasnya.
Merupakan hal yang umum diketahui komisi antirasuah itu kerap kali mendapat kriminalisasi dari beberapa pihak dalam perjalanannya, mulai dari penetapan tersangka kepada pimpinan KPK, penyidik-penyidik andal KPK, serta jaksa yang dirasa cukup sangar dalam menuntut koruptor ditarik kembali ke institusi awalnya.
Antasari Azhar, Abraham Samad, Bambang Widjojanto, penyidik Novel Baswedan merupakan salah satu dari dugaan korban kriminalisasi.
Tidak hanya itu, revisi Undang-undang KPK juga sempat terjadi polemik antara KPK maupun DPR selaku legislator.
Baca juga:
KPK sudah meyakini ada serangan balik dalam menghadapi kasus korupsi
Ketua KPK beri sinyal ada tersangka baru untuk kasus korupsi e KTP
KPK harap kajian 34 proyek listrik mangkrak cocok dengan audit BPKP
Abraham Samad akui KPK di zamannya sering dapat aduan korupsi Atut
Kelakar Antasari: Samad dengan Puteri Indonesia saya cuma caddy golf
Curhatan Samad jadi korban kriminalisasi usai Antasari keluar bui