LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Protes bau busuk pabrik tekstil, warga geruduk DPRD Sukoharjo

Dengan berbagai spanduk dan poster bernada kecaman, sekitar 700 warga memulai aksinya dari pertigaan Songgorunggi, Jalan Solo-Wonogiri. Dari lokasi dekat pabrik tersebut, warga berkonvoi menggunakan kendaraan bermotor dan sepur kelinci menuju ke Kantor DPRD Sukoharjo.

2018-01-19 11:40:47
Demo
Advertisement

Ratusan warga Sukoharjo menggeruduk gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat pada Jumat (19/1). Mereka mengadukan nasib warga terdampak bau busuk yang ditimbulkan pabrik tekstil PT Rayon Utama Makmur (RUM), Nguter, Sukoharjo.

Dengan berbagai spanduk dan poster bernada kecaman, sekitar 700 warga memulai aksinya dari pertigaan Songgorunggi, Jalan Solo-Wonogiri. Dari lokasi dekat pabrik tersebut, warga berkonvoi menggunakan kendaraan bermotor dan sepur kelinci menuju ke Kantor DPRD Sukoharjo.

Tak hanya yang berusia dewasa, warga yang berusia lanjut dan anak-anak pun ikut serta dalam aksi yang direncanakan hingga sore hari tersebut.

Advertisement

"Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk protes. Warga meminta agar pemerintah segera melakukan tindakan terhadap permasalahan bau limbah. Jika tak segera diselesaikan, warga meminta agar PT RUM segera ditutup," ujar Koordinator Aksi, Ari Suwarno.

Warga demo di depan kantor DPRD Sukoharjo ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Advertisement

Suwarno menyebut, warga sudah merasakan bau busuk limbah PT RUM selama berminggu - minggu bahkan berbulan-bulan. Namun pihak manajemen perusahaan tidak pernah memberikan solusi.

"Setiap hari kita bergumul dengan bau yang membuat warga mual dan ada yang sampai pingsan. Kami meminta agar pemerintah daerah bersikap tegas terhadap masalah ini," tegasnya.

Selain berorasi, warga yang memulai aksinya dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta membacakan teks Pancasila, juga meneriakkan yel yel "tutup PT RUM", "tutup PT RUM".

Warga demo di depan kantor DPRD Sukoharjo ©2018 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi mengatakan pihaknya akan mengamankan aksi tersebut. Pihaknya menerjunkan 250 personel dibantu 90 anggota Satpol PP Sukoharjo. Jumlah tersebut untuk mengamankan peserta aksi agar tidak anarkis.

"Kita amankan warga yang akan melakukan aksi hingga hingga selesai," pungkas dia. Selain ke DPRD, aksi damai warga dilakukan ke Kantor Bupati Sukoharjo.

Baca juga:
DPR sebut penutupan tambang emas Poboya sulit dilakukan karena memiliki IUPK
Sungai Citarum dengan segala permasalahannya
Menko Luhut targetkan 5-10 tahun lagi air Sungai Citarum bisa diminum
Menko Luhut targetkan 5-10 tahun lagi air Sungai Citarum bisa diminum
Selain terkotor, Citarum juga 'didapuk' sebagai sungai terhitam
Luhut akan 'sikat habis' pihak halangi penataan Sungai Citarum

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.