Presiden terus pantau gempa Aceh
Presiden juga menyanjung kinerja petugas dalam menjalankan sistem peringatan dini yang telah berjalan dengan baik.
Pasca-gempa dengan kekuatan 8,5 SR di Aceh kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih memantau perkembangan terakhir mengenai keadaan di Bumi Serambi Mekah tersebut.
Dalam laporan yang diberikan oleh panglima militer setempat, Pemerintah Provinsi Aceh dan Kepala BNPB Syamsul Maarif, sejauh ini belum diketahui adanya korban jiwa yang berjatuhan usai bencana alam itu terjadi.
"Namun secara keseluruhan dipastikan tidak mengakibatkan tsunami maupun gelombang yang membahayakan sebagaimana yang pernah terjadi di Aceh 2004 lalu," jelas Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha di kantornya, Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (12/4).
Terhadap aparat di lapangan, Presiden telah menginstruksikan upaya penyelamatan maupun tindakan lainnya jika ditemukan korban dari gempa kemarin. Tak hanya itu, SBY juga meminta agar warga agar tetap waspada.
"Setelah ada laporan gempa 8,5 SR kemudian gempa susulan 6,5 skala richter dan gempa kecil lainnya, bapak Presiden tetap menginstruksikan agar tetap waspada," bebernya.
Presiden juga menyanjung kinerja petugas dalam menjalankan sistem peringatan dini yang telah berjalan dengan baik. Sehingga, pemerintah dapat mengantisipasi jatuhnya ratusan korban jiwa jika tsunami terjadi.
"Presiden merasa antisipasi yang dilakukan selama ini termasuk dengan early warning system yang dipasang ternyata bekerja dengan baik, dan institusi atau badan-badan yang menangani bencana telah melaksanakan tugasnya," pungkas Julian.
(mdk/ren)