Politisi PDIP duga penyusun pidato sengaja degradasi Jokowi
"Saya menyarankan (Jokowi) segera melakukan evaluasi orang di sekelilingnya," kata Tb Hasanuddin.
Peristiwa salah sebut kota lahir Proklamator Soekarno oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang reaksi dari masyarakat. Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mengaku kasihan lantaran pimpinan negara itu di-bully habis-habisan.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, ihwal tersebut pertama murni kesalahan staf yang menyusun pidato Jokowi pada peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2015 di Blitar. Dalam pidatonya, Jokowi menyebut kota lahir Soekarno adalah Blitar, padahal seharusnya Surabaya.
Kedua, staf di lingkaran Jokowi dinilai teledor karena tidak melakukan koreksi ulang pada naskah yang dibacakan secara mendadak.
Mantan Sekretaris Militer itu lantas mempertanyakan profesionalisme staf presiden sekarang. "Apakah ada kekhilafan dari staf? Atau ada unsur mendegradasikan integritas Presiden Jokowi. Saya curiga ada yang punya agenda politik," terangnya.
Kesalahan mendasar tersebut tentang pidato presiden menurut dia juga bukanlah yang pertama. Sebelumnya orang yang menyusun pidato juga pernah memberikan data salah soal utang IMF.
"Ini bukan sekali sekali atau dua kali. Lebih-lebih Jokowi sering diberi data sampah oleh stafnya. Kejadian sebelumnya misal utang Indonesia oleh IMF yang (salah). Akhirnya diklarifikasi Menteri Keuangan," jelasnya.
"Saya kasihan. Saya menyarankan (Jokowi) segera melakukan evaluasi orang di sekelilingnya," lanjutnya.
Baca juga:
Salim Said: Soekarno was a great man, tapi dia juga manusia biasa
Penulis buku ungkap alasan Orba kaburkan tempat lahir Soekarno
Peristiwa menegangkan saat pilot TNI AU mau bom Presiden Soekarno
Kisah lucu Soekarno batal marah gara-gara diajak nonton tari perut
Ini rahasia Soekarno selalu bisa menaklukkan wanita cantik