Polisi tangkap WN China bawa 3 wanita Subang untuk dieksploitasi
Perempuan asal China berinisial LP diduga selain mempekerjakan juga akan menjual korban kepada warga lokal di sana untuk dinikahkan.
LP, perempuan asal China ditangkap aparat Polresta Bandara Soekarno Hatta, Tangerang lantaran ketahuan membawa tiga wanita asal Subang untuk dijual ke warga China.
Kapolresta Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Arif Rachman mengatakan LP tidak bekerja sendiri. Dia dibantu rekannya berinisial AL yang saat ini DPO. Tugas AL mencari perempuan muda di desa untuk ditawari menjadi tenaga kerja di China. Dalam aksinya, AL memberikan uang kepada orang tua korban antara Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.
"Untuk memancing orang tua korban diberi uang. Karena kebutuhan ekonomi, para orang tua ini mau saja anaknya dibawa," katanya, Jumat (14/4).
Ketiga korban kemudian dibuatkan dokumen perjalanan palsu. "Setelah ini mereka berupaya berangkat ke Tiongkok lewat Bandara Soekarno Hatta," jelas Arif.
Kasus ini terungkap saat LP bersama tiga korban akan berangkat lewat Terminal 2. Mereka diamankan setelah petugas mengecek dokumen perjalanan ketiga korban ternyata palsu.
Menurut Kapolres, jika korban berhasil ke China, selain jadi pekerja mereka juga akan dinikahkan dengan warga setempat yang menginginkan keturunan.
"Karena di sana ada aturan pembatasan memiliki anak, jadi orang sana ingin punya keturunan lebih. korban akan dieksploitasi," pungkas Kapolres.
Dari tangan korban dan tersangka diamankan tiga paspor, tiket pesawat, sejumlah uang dan cincin kawin.
LP dijerat pasal 102 dan 103 UU No 39/2014 tentang perlindungan TKI jo Pasal 10 UU RI no 27/2007 tentang perdagangan orang. "Ancamannya di atas lima tahun penjara," papar Arif.
Baca juga:
Polisi Riau tangkap 3 pelaku penyelundupan manusia
Jumlah wanita terlalu sedikit, pria di China beli pengantin asing
Alena dicokok polisi usai jual gadis di bawah umur ke hidung belang
Polri rilis sindikat penyelundupan manusia ke Australia
Penari striptis berusia 15 tahun layani pengunjung di Wisma Barbie I