Polisi buru pengupload video produksi beras plastik
Polisi juga terus meminta keterangan sejumlah konsumen karena sebagian tak merasa mendapatkan beras plastik.
Masyarakat begitu resah mendengar peredaran beras mengandung plastik. Apalagi, sebuah video proses pembuatan beras plastik juga tersebar luas setelah diunggah ke Youtube.
Pihak kepolisian segera menelusuri siapa pembuat dan pengunggah video tersebut. "Kita akan melacak siap pengunggah video tersebut," kata Kasubudit Sumbdaling, AKBP Adi Vivit, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (21/5).
Menurut Adi, tayangan di Youtube itu sangat meresahkan masyarakat. Apalagi beras merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia.
"Dalam tayangan video tersebut dipraktikkan cara membuat beras berbahan plastik. Kalau pakai logika, ngapain menjual beras dicampur plastik keuntungan di mana," jelasnya.
Tapi sejauh ini, kata Adi, memang terdapat keterangan dari beberapa konsumen yang sama-sama membeli beras di toko tersebut. Sebagian mengatakan tak menemukan beras mengandung plastik.
"Yang unik, dari kasus ini adalah pembeli lain yang membeli beras yang sama di toko beras tidak ada masalah," ungkap Adi.
Kasus ini terungkap setelah beredarnya video Youtube dan beberapa laporan dari konsumen yang menyebutkan beras tersebut berbahan plastik.
Untuk diketahui, beredar beras palsu atau beras berbahan plastik tersebut sudah ditemukan di kota besar, Bekasi dan Depok. Hingga kini, pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang sebagai saksi yang terdiri dari penjual dan pembeli beras yang diduga palsu tersebut.Kini, penyidik telah mengirimkan sampel beras palsu tersebut ke Puslabfor Polri untuk dilakukan penelitian.
Baca juga:
Agen pemasok beras plastik di Bekasi ditutup
Ciri beras plastik bisa dilihat secara kasat mata
Cak Imin sebut harga mahal penyebab munculnya beras plastik
Cara mudah deteksi beras plastik, direndam atau dibakar
Cegah beras plastik, pedagang Pasar Kendal tolak pasokan luar daerah
Kapolda Jabar endus peredaran beras plastik di wilayah Pantura
Presiden Jokowi tak berkomentar banyak soal peredaran beras plastik