Polisi beberkan penyebab tewasnya perakit bom Depok
"Wahyu mengalami trauma inhalasi saluran pernafasan. Di paru-paru terlalu banyak mengisap dari CO2," kata Brigjen Boy.
Korban sekaligus terduga perakit bom di Depok, Wahyu Ristanto alias Anwar akhirnya tewas setelah dirawat di RS Polri. Meskipun dokter telah menyembuhkan sebagian luka bakarnya, namun nyawanya tetap tak tertolong.
"Keterangan dari tim dokter, selama dalam perawatan juga sempat dilakukan cuci darah. Jadi informasi ginjal juga kurang dapat berfungsi dengan baik. Kemudian mengalami trauma inhalasi saluran pernafasan, yang juga di paru-paru terlalu banyak mengisap dari CO2," jelas Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan, Kamis (13/9).
Rencananya, orang tua dari Wahyu akan datang ke Jakarta untuk mengurus jenazah yang dikenal Toriq sebagai Anwar. Namun masih belum diketahui apakah Wahyu akan dimakamkan di kampung halamannya, Karang Anyar atau di Jakarta.
"Siang hari ini informasinya sudah tiba di Jakarta, sudah bersama tim kita untuk dilakukan pengurusan terhadap jenazah almarhum. Sedang dibicarakan apakah akan dibawa ke kampung halaman di Karang Ayar, dan apakah akan dimakamkan di Jakarta," tambahnya.
Identitas Wahyu diketahui setelah polisi mengambil sample DNA dari ibunya. Mr. X diketahui bernama Wahyu Ristanto. Dari keterangan Polri diduga Wahyu berperan sebagai perakit bom dalam jaringan Toriq dkk.(mdk/did)