Pernyataan berbau SARA, Dipo Alam dipanggil Komnas HAM
Jika ucapan Dipo terbukti menyinggung SARA, Komnas HAM akan menjatuhkan sanksi.
Ketua Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran HAM Komnas HAM, Natalius Pigai menyayangkan ucapan Seskab Dipo Alam yang berbau SARA. Untuk itu, Komnas HAM akan memanggil Dipo terkait ucapannya itu.
"Atas pernyataan yang dikeluarkan oleh Dipo Alam sebagai pejabat negara, maka kami akan memanggil Dipo Alam minggu depan," ujat Natalius dalam pesan singkatnya, Kamis (23/5).
Natalius menambahkan, pemanggilan bertujuan untuk mengklarifikasi pernyataan Dipo. "Kalau memang benar akan ada sanksi tegas," katanya.
Sentimen Islam dan non-Islam itu bermula dari kicauan Dipo di Twitter. Di media sosial itu, Dipo membela SBY atas kritik Franz Magnis-Suseno, pastor yang juga Guru Besar Filsafat STF Driyarkara.
Dalam suratnya kepada The Appeal of Conscience Foundation, lembaga di AS pemberi penghargaan untuk SBY, Franz Magnis memang mengkritik kepemimpinan SBY yang dinilainya abai terhadap kekerasan terhadap kaum minoritas Ahmadiyah dan Syiah.
"Konflik intra Islam sudah ada sejak dulu, tidak perlu dibesarkan isu minoritas ditindas mayoritas. Yang kita tentang adalah tindak kekerasan," kata Dipo membela SBY lewat akun Twitter-nya, @dipoalam49.
Nah, dalam kicauan selanjutnya barulah Dipo mulai menyinggung latar belakang Franz Magnis yang non-muslim.
"Masalah khilafiyah antar umat Islam di Indonesia begitu banyak, jangan dibesarkan oleh yang non-muslim seolah simpati minoritas diabaikan," kicau Dipo.
Tak cukup di situ, mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia ini juga berkicau, "Umaro, ulama dan umat Islam di Indonesia secara umum sudah baik, mari liat ke depan, tidak baik pimpinannya dicerca oleh yang non-muslim FMS."(mdk/lia)