Penyidik KPK Bawa Koper ke Polda Jatim Diduga Terkait OTT Romahurmuziy
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan ditemui usai salat Jumat kembali membenarkan bahwa ada peminjaman tempat untuk pemeriksaan oleh KPK.
Pria diduga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di Mapolda Jatim, tampak keluar masuk ruang Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim. Mereka bahkan terlihat membawa keluar masuk tiga koper yang tidak diketahui isinya.
Sekitar pukul 11.00 Wib, dua orang diduga penyidik berpakaian sipil itu tampak keluar dari mobil Innova hitam berpelat nomor W 1903 PC. Tanpa banyak kata, mereka langsung memasuki gedung Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jatim, dengan membawa dua koper warna hitam dan satu koper warna ungu.
Selang dua jam kemudian, sekitar pukul 13.00 Wib, dua orang KPK tersebut terlihat keluar dari gedung tanpa membawa koper dan pergi menggunakan mobil Avanza warna putih berpelat L 1419 PH.
Saat ditanya apakah koper itu terkait OTT KPK Ketum PPP, pria tersebut hanya menjawab singkat.
"Tanya Febri saja," singkatnya.
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan ditemui usai salat Jumat kembali membenarkan bahwa ada peminjaman tempat untuk pemeriksaan oleh KPK.
Dikonfirmasi mengenai, berapa jumlah orang yang tengah menjalani pemeriksaan, Kapolda mengaku belum mengetahuinya. "Ada (peminjaman tempat oleh KPK), saya belum tahu (jumlah orang yang diperiksa)," ungkapnya di Mapolda Jatim, Jumat (15/3).
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan kabar OTT tersebut. Barung memberi bocoran, petinggi parpol yang ditangkap KPK adalah ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau biasa disapa Rommy.
"KPK tangkap Rommy jam sembilan di kementerian agama Sidoarjo," kata Barung saat dihubungi merdeka.com.
Baca juga:
JK Sebut Penangkapan Romahurmuziy Berefek pada PPP dan yang Lain
Reaksi Ma'ruf Amin Dengar Ketum PPP Romahurmuziy Dikabarkan Ditangkap KPK
Kanwil Kemenag Jatim Bantah OTT Ketum PPP Romahurmuziy Dilakukan di Kantornya
Kena OTT KPK, Romahurmuziy Punya Harta Rp 11 M, Tanah di Jakarta Senilai Rp 2,5 M
Ada OTT KPK di Sidoarjo, Kepala Kanwil Kemenag Jatim 'Hilang'