LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Penyelundup narkoba jaringan Malaysia gunakan kapal nelayan

Jaringan narkoba Malaysia mulai beralih menggunakan kapal tradisional atau kapal nelayan untuk menyelundupkan narkoba. Mereka mencari celah dengan masuk ke perairan teluk Jakarta, lalu berbaur dengan ribuan kapal nelayan lainnya.

2017-02-03 11:49:07
Penyelundupan Narkoba
Advertisement

Badan Narkotika Nasional (BNN) menembak mati salah seorang Warga Negara Malaysia bernama Sahrir yang mencoba menyelundupkan 14 kg narkoba dari negeri jiran ke Indonesia. Sementara lima orang lainnya berhasil ditangkap.

Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi mengatakan, jaringan narkoba Malaysia mulai beralih menggunakan kapal tradisional atau kapal nelayan untuk menyelundupkan narkoba. Mereka mencari celah dengan masuk ke perairan teluk Jakarta, lalu berbaur dengan ribuan kapal nelayan lainnya.

"Ini pengalihan modus. Sebelumnya bandar narkoba sering menggunakan bandara, mereka gunakan kontainer di pelabuhan juga. Mereka sekarang tahu kita intensif pengawasan bandara dan pelabuhan. Lalu mereka coba pakai kapal tradisional. Mereka lihat celah karena ada ribuan kapal tradisional," ujar Heru saat konferensi pers di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (3/2).

Advertisement

Dia menceritakan, penyelundup narkoba yang berhasil ditangkap berangkat dari Malaysia menuju Tembilahan yang berada di pesisir timur Sumatera. Dari Malaysia membutuhkan waktu tiga hari untuk sampai teluk Jakarta. Heru mengatakan, mereka sempat bersembunyi di Pulau Harapan untuk mengelabui petugas. Namun tim gabungan BNN dan Bea CUkai berhasil menangkap mereka.

"Kita sempat kehilangan kontak. Penangkapan di Pulau Pramuka menggunakan kapal patroli cepat Bea Cukai seri 9000 dengan kecepatan tinggi. Dari kasus ini maka pengawasan teluk jakarta perlu ditingkatkan berlipat-lipat," ucapnya.

Pihaknya mengaku sudah memiliki pangkalan patroli di Tanjung Priok, di sekitar kepulauan Seribu. Pangkalan ini untuk pengawasan peredaran narkoba dengan menggunakan kapal nelayan.

Advertisement

"Ini penting karena kita tahu Indonesia target market narkoba internasional," tutupnya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.