Penjelasan Panembahan Agung soal Baliho Menbud Fadli Zon di Gapura Gladag
Di dalamnya terpampang foto Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dan GKR Koes Moertiyah Wandansari alias Gusti Moeng.
Sebuah baliho berukuran besar terpasang di kawasan Gapura Gladag, pintu utama masuk keraton. Baliho disisi kiri ujung Jalan Pakoebuwono tersebut bertuliskan 'Karaton Surakarta Wajib Dilestarikan'.
Di dalamnya terpampang foto Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan dan GKR Koes Moertiyah Wandansari alias Gusti Moeng.
KGPH Panembahan Agung Tedjowulan melalui juru bicaranya, Kangjeng memberikan penjelasan ihwal pemasangan baliho tersebut. Menurutnya, pemasangan baliho itu sudah sesuai arahan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
"Sesuai arahan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengutamakan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional, maka publikasi yang baik menjadi prioritas," ujar Pakoenegoro, Senin (8/6).
Dikatakan Pakoenegoro, pemasangan baliho itu juga merupakan salah satu wahana publikasi atas terbitnya Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026.
"Baliho yang di dalamnya terdapat foto Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof Dr. Fadli Zon, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional dan Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) dan Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat GKR Koes Moertiyah Wandansari ini merupakan salah satu wahana publikasi atas terbitnya Surat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026," beber Pakoenegoro.
Usulan Baliho Revitalisasi
Ke depan, lanjut dia, diharapkan juga akan disusulkan baliho tentang kegiatan revitalisasi dan kegiatan kebudayaan di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
"Harapannya masyarakat mendapatkan informasi dan dapat mengikuti perkembangan kemajuan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan baik," pungkasnya.
Memantik Protes
Selain baliho tersebut, belakangan kubu LDA juga memasang sejumlah baliho bergambar Paku Buwono XIV Hangabehi. Di bawah gambar tersebut tertulis 'SISKS PAKU BUWONO XIV'. Keberadaan baliho-baliho tersebut memantik protes dari kubu PB XIV Purboyo. Mereka mengacak akan melakukan tindakan hukum atas apa yang dilakukan PB XIV Hangabehi.