Nazaruddin sebut nama Ibas dalam persidangan Angie
Nazaruddin juga mengaku sering berbicara dengan Anas lewat telepon antisadap membicarakan keuangan partai.
Kesaksian terpidana kasus suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin, dalam sidang terdakwa Angelina Patricia Pingkan Sondakh membuat banyak orang penasaran. Apalagi dia dikenal doyan berkomentar dan menuding Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum adalah biang permasalahan itu.
Salah satu contohnya adalah pengakuan kepemilikan telepon seluler antisadap oleh Nazaruddin. Mantan Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat mengatakan kerap menggunakan ponsel 'sakti' itu buat berkomunikasi dengan Anas.
"Kalau komunikasi dengan mas Anas saya pakai telepon khusus yang antisadap," kata Nazaruddin saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (29/11). Mendengar pernyataan itu, sontak majelis hakim, jaksa, tim penasehat hukum Angie, wartawan, dan pengunjung sidang tertawa. Suasana ruang sidang pun sempat riuh akibat suara gelak tawa bersahutan.
Menurut Nazaruddin, penggunaan ponsel antisadap itu guna membicarakan hal-hal penting dan menyangkut keuangan partai.
Nazaruddin mengaku selama dia menjadi Wakil Bendahara Umum Partai Demokrat, ada Rp 64 miliar uang kas yang digunakan partai. Dia memiliki catatan pengeluaran dan dikumpulkan dengan rapi. Dia mengatakan saban bulan selalu melaporkan keadaan keuangan partai secara rinci kepada Anas dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas.
"Saya laporkan setiap bulan pada Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, mas Ibas," ujar Nazaruddin.
Hakim Ketua Sudjatmiko sempat bertanya kepada Nazar siapa nama asli Ibas. "Saya lupa yang mulia. Tapi yang pasti nama belakangnya Yudhoyono," jawab Nazaruddin. Langsung saja keheningan ruang sidang kembali berganti riuhnya gelak tawa para pengunjung.
Nazaruddin pun mengungkapkan, Angie pernah membantu pemenangan Anas di ajang pemilihan ketua umum Partai Demokrat. Menurut Nazaruddin, Angie rela merogoh kocek sampai Rp 5 miliar demi kemenangan Anas.
Menurut Nazaruddin, uang itu habis dipakai membayar sewa 450 kamar hotel, uang saku pengurus Dewan Pimpinan Cabang masing-masing Rp 15 juta dengan total Rp 430 juta, dan membayar penyelenggara acara (event organizer).
Nazaruddin mengatakan uang bantuan pemenangan dari Angie diserahkan bertahap. Dia mengatakan sekitar beberapa bulan sebelum pemilihan, Angie memberikan Rp 2 miliar langsung kepada Anas. Pada hari pemilihan, Putri Indonesia 2001 itu memberikan lagi Rp 3 miliar.
Angie membantah semua keterangan Nazaruddin hari ini. Dia mengatakan semua keterangan Nazaruddin bohong.
"Walaupun saya hormat dengan istri Anda, tapi Anda adalah orang paling jahat di muka bumi," kata Angie kepada Nazaruddin dengan nada marah.(mdk/has)