Nasir Abbas Beberkan Tahapan Seseorang Terpapar Radikal Intoleran Hingga Siap Mati
Saat masih berusia 16 tahun Nasir pernah terpapar paham radikal intoleran.
Mantan Ketua Mantiqi II kelompok Al Jamaah Al Islamiyah (JI), Nasir Abbas menjelaskan bagaimana pola seseorang bisa terpapar radikalisme hingga menjadi teroris. Saat masih berusia 16 tahun Nasir pernah terpapar paham radikal intoleran.
"Bermula dari gagal paham ketika tidak menghargai perbedaan, tidak mengakui perbedaan, merasa dirinya terlalu benar, artinya bahwa tidak adanya toleransi dari dalam dirinya ini yang membuat paham radikal masuk dengan mudah kepada jiwa-jiwa milenial yang intoleran," jelas Nasir dalam diskusi virtual Terorisme yang diselenggarakan oleh Universitas Budi Luhur, Selasa (6/4).
Nasir mengaku bersikap intoleran dan melakukan tindakan SARA. Sikap intoleran ini akan menjadikan seseorang lebih mudah membenci dan memusuhi sesama.
"Seseorang yang inteloran itu tidak mungkin langsung bersikap demikian, dalam artian tidak mungkin tiba-tiba tangannya melakukan kekerasan, pasti ada dalam pikirannya yang membuat radikalisme masuk," tuturnya.
Menurutnya, jika seseorang sudah biasa intoleran atau melakukan kekerasan terhadap sesama maka memungkinkan orang ini melakukan perubahan sistem dengan cara kekerasan. Nasir mengatakan, tanpa disadari seseorang juga bisa saja menjadi bagian dari teroris karena kelompok tersebut melakukan hal-hal yang membuat simpatisan masyarakat turut bergabung.
"Kelompok tersebut kebanyakan melakukan penggalangan dana dari masyarakat, mencari simpati masyarakat dengan membawa Palestina, Uyghur, Suriah, lalu kita mentransfer ke mereka, jadi bisa jadi kita turut membantu mendanai mereka. Kita semua berpotensi untuk direkrut," jelasnya.
Nasir sendiri menyebutkan bahwa kasus terorisme yang kerap terjadi di Indonesia biasanya terpapar dari berbagai pihak. Bisa dari orang lain maupun internet.
"Mulai dari menonton sesuatu atau internet yang membuat mereka gagal paham dan melakukan aksi radikalisme sehingga mereka siap mati, siap menantang maut," tandasnya.
Reporter Magang: Annastasya Narpadayinta dan Syifa Caecar Madyaratri
Baca juga:
Kepala BNPT Sebut Pelaku Teror Dirasuki Pemikiran Sesat Bertentangan dengan Agama
Kriminolog: Jaringan Teroris Merekut Mereka yang Dendam dengan Pemerintah
'Orang yang Frustrasi dan Merasa Berdosa Lebih Mudah Direkrut Jadi Teroris'
Nasir Abbas: Terorisme Berawal dari Kesalahpahaman
CEK FAKTA: Hoaks Dua Surat Wasiat Teroris Makassar dan Mabes Polri Rekayasa