Nasdem Semsel Tegaskan Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK Bukan Kader, Hanya Diusung saat Pilkada
Edison maju dalam Pilkada Muara Enim 2024 berpasangan dengan Sumarni. Pasangan ini diusung Partai Nasdem, Golkar, dan PDI Perjuangan.
Simpang siur latarbelakang kepartaian Bupati Muara Enim Edison akhirnya terungkap. Dia bukan kader partai, melainkan murni seorang birokrat.
Edison diketahui terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama sembilan orang lain, Senin (8/6). KPK menyegel ruang kerja Bupati Muara Enim dan sejumlah ruangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim.
Edison maju dalam Pilkada Muara Enim 2024 berpasangan dengan Sumarni. Pasangan ini diusung Partai Nasdem, Golkar, dan PDI Perjuangan.
Sekretaris DPW Partai Nasdem Sumsel Novianto mengatakan, pihaknya merasa cukup dirugikan dengan pemberitaan bahwa Edison merupakan kader Partai Nasdem. Novianto memastikan Edison bukanlah kader apalagi pengurus partai tersebut.
"Kami ingin luruskan bahwa Edison bukan kader, fungsionaris, dan simpatisan Partai Nasdem. Beliau tidak pernah mengikuti kegiatan partai," ungkap Novianto, Selasa (9/6).
Bupati Muara Enim Diusung 3 Parpol
Novianto mengakui Partai Nasdem menjadi salah satu dari tiga partai pengusung Edison maju dalam pilkada. Hal itu lantaran elektabilitas Edison cukup tinggi dan memiliki kesamaan visi dalam membangun daerah.
"Ya memang Nasdem salah satu partai pengusung," kata Novianto.
Bupati Muara Enim Murni Birokrat
Sepengetahuan Novianto, Edison murni seorang birokrat. Dia memiliki pengalaman menduduki jabatan strategis di ATR/BPN di sejumlah daerah di Sumsel dan beberapa wilayah lain.
"Beliau berasal dari dunia birokrasi, murni seorang birokrat," tutur Novianto.