LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Merebak isu santet akibatkan meninggalnya 10 warga Berau

Kepolisian masih menyelidiki penyebab kasus ini.

2016-03-21 03:06:00
Tumbal warga Berau
Advertisement

Penyebab pasti meninggalnya 10 warga kampung Merancang Ulu, di kecamatan Gunung Tabur, kabupaten Berau, dalam 47 hari terakhir, masih menjadi tanda tanya. Secara medis, tidak dapat dianalisa. Kepolisian pun masih memerlukan waktu dan lebih bersikap hati-hati.

Beredar kabar di tengah masyarakat setempat, kesepuluh warga itu meninggal disebabkan pengaruh santet, meski masih memerlukan pembuktian mendalam. Bahkan, merebak kabar, pengaruh santet meminta tumbal 41 orang warga kampung. Tentu saja, kabar itu buat resah warga setempat.

Kepolisian pun turun tangan sejak Minggu (20/3) pagi tadi, melalui aparat Polsek Gunung Tabur. Kepolisian bersikap hati-hati, belum banyak keterangan bisa mereka dapatkan. Bahkan isu adanya pengaruh ilmu hitam itu pun ditepis aparat kepolisian.

"Tidak ada, saya belum dengar kabar itu. Saya tahunya dari anda," kata Kapolres Berau AKBP Anggie Yulianto Putro, kepada merdeka.com, Minggu (20/3) malam.

Menurut Anggie, pemda Berau bersama dengan kepolisian, masih harus melakukan penelusuran lebih lanjut, Senin (21/3) besok, untuk terus mengumpulkan keterangan dari kampung Merancang Ulu.

"Dari Pemda dan Polri, masih menunggu besok, terkait apa dan bagaimana sebabnya (meninggalnya warga itu)," ujar Anggie.

Anggie juga menepis, personel yang dia terjunkan malam ini untuk berjaga di kampung Merancang Ulu, terkait isu yang beredar di tengah masyarakat itu. Menurut dia, kegiatan patroli, merupakan kegiatan rutin.

"Seperti biasa ada Babinkamtibmas. Kebetulan malam ini, giliran patroli ke sana (kampung Merancang Ulu)," ungkapnya.

Namun demikian, Anggie meminta semua pihak tanpa terkecuali, menyikapi persoalan disertai ragam isu yang berkembang, dengan arif dan bijaksana.

"Ya (isu yang berkembang buat resah). Harus dewasa menyikapi. Besok, Pemda dan Polri, mendalaminya," pungkas Anggie.

Diketahui, 10 orang warga Merancang Ulu meninggal, setelah dikabarkan dan diduga usai kesurupan. Kepala Kampung Merancang Ulu Andi Marpai, membantah korban meninggal akibat kesurupan, hanya 2 orang. Sementara 8 warga lainnya, meninggal disebabkan sakit. Sepuluh warganya yang meninggal itu, dalam kurun waktu 47 hari terakhir.

Sementara kepolisian, bertindak cepat melakukan pengusutan untuk memastikan penyebab 10 orang warga yang meninggal itu. Meski informasi awal, diduga diantaranya disebabkan kesurupan. Sedangkan bagi Dinas Kesehatan Berau, penyebab meninggalnya kesepuluh warga, tidak bisa dianalisa dari sisi medis kedokteran.

Baca juga:
Meninggalnya 10 orang di Berau tidak bisa dianalisa secara medis
10 Warga Berau meninggal, 2 karena kesurupan sisanya akibat sakit
Warga Berau resah, 10 orang kesurupan lalu meninggal
Sedang belajar memasak, pelajar SMP di Kalteng kesurupan massal
30 Buruh pabrik Garmen Bekasi kesurupan
Puluhan siswa di Jembrana kesurupan massal saat berkemah
Upacara hari Raya Saraswati, empat mahasiswi STIKOM Bali kesurupan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.