Mengapa tomcat serang apartemen mewah?
Fenomena munculnya tomcat atau serangga beracun menggegerkan kawasan apartemen mewah yang berada di Surabaya Timur.
Fenomena munculnya tomcat atau serangga beracun di Apartemen East Coast Pakuwon City, Jalan Kejawan Putih Surabaya, Jawa Timur sudah muncul sejak pekan lalu. Munculnya serangga itu adalah bukti rusaknya lingkungan di sekitar perumahan elite di kawasan Surabaya Timur tersebut.
Wawan Some, aktivis lingkungan yang belakangan ini getol menyuarakan hari anti plastik sedunia menilai, serangga beracun yang menyerang apartemen mewah ini, merupakan spesies serangga yang hidup di kawasan hutan mangrove.
Jika sampai serangga beracun alias tomcat ini menyerang pemukiman penduduk, kata Wawan, berarti sistem dalam ekosistemnya terganggu.
"Kalau sampai serangga tersebut menyerang pemukiman atau penghuni perumahan, maka terbukti adanya sistem rantai makanan di kawasan konservasi hutan mangrove tak berjalan. Seharusnya ada predator atau pemangsa," kata Wawan, Jumat (16/3).
Dia menganalisa, jarak wilayah antara hutan mangrove Pamurbaya dengan apartemen mewah tidak terlalu jauh. "Tomcat itu salah satu jenis spesies serangga yang hidup di hutan mangrove di kawasan Pamurbaya," ujar dia.
Serangga ini, lanjut dia, biasanya dimakan burung. Tapi kalau tomcat masih bermunculan dengan jumlah besar, apalagi hingga ke perumahan atau pemukiman penduduk, berarti ada kerusakan lingkungan di sana.
"Biasanya yang jadi predator utama kan burung. Ada kemungkinan populasi burungnya berkurang. Bisa juga karena dampak dari pemanasan global sebagai memicu pertumbuhan serangga tesebut,” papar dia lagi.
Wawan menambahkan kerusakan lingkungan dalam kasus ini disebabkan oleh dua hal yakni pembalakan liar dan reklamasi sepanjang Pantai Utara, atau lebih tepatnya di sekitar Pantai Ria Kenjeran, Surabaya sehingga sempitnya lahan penanaman kembali di kawasan hutan mangrove.
"Untuk masalah punahnya burung, penyebab utama bisa karena habitatnya yang rusak, atau karena penebangan liar, sehingga populasi burung sebagai predator dari serangga, berkurang," pungkas dia.
(mdk/has)