Marzuki kesulitan mencari tempe
"Tadi saya cari-cari tempe, nggak ada," kata Ketua DPR Marzuki Alie.
Kelangkaan terhadap tahu dan tempe tidak hanya dirasakan oleh masyarakat saja, bahkan Ketua Marzuki Ali mengaku sulit mencari makanan tradisional Indonesia itu. Pernyataan ini dikatakannya kepada wartawan saat menggelar acara berbuka bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, beberapa anggota KIB II dan anggota DPR.
"Tadi Kebenaran nggak ada (tempe), tadi saya cari-cari ternyata tempe enggak ada," ucap Marzuki Ali di rumah dinas Ketua DPR komplek perumahan Widya Candra, Jakarta, Rabu (25/7).
Saat bersama SBY selama berbuka, Marzuki mengaku melakukan pembicaraan informal terkait meningkatnya harga tempe. Gagal panen yang terjadi di Amerika, sementara China melakukan konsumsi besar-besaran membuat Indonesia kekurangan.
"Karena keuntungan lebih kecil daripada masuk ke Indonesia," lanjutnya.
Pemerintah saat ini berencana menstabilkan harga kedelai dengan membebaskan bea masuk kedelai di pelabuhan. Dirinya berharap, dengan cara ini mampu mengendalikan tingkat harga kedelai yang semakin tinggi di masyarakat.
"Ini buah simalakama, impor dibuka dan pajaknya dinol kan. Mudah-mudahan bisa stabil," pungkasnya.(mdk/ian)