Mabes TNI selidiki bentrok Brimob dan Kostrad
Mabes TNI masih mendalami penyebab bentrokan antara anggota Kostrad dan Brimob di Gorontalo.
Mabes TNI masih mendalami penyebab bentrokan antara anggota TNI dari satuan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan anggota polisi dari satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Gorontalo dini hari tadi.
"Jadi Mabes TNI sudah dengar mengenai bentrokan ini, sifatnya kita akan mendalami hal ini," ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, laksamana TNI Iskandar Sitompul kepada merdeka.com, Minggu (22/4).
Menurut Iskandar, Mabes TNI belum bisa menyimpulkan penyebab bentrokan yang mengakibatkan beberapa aparat terluka ini. Dalam bentrok tersebut, dua anggota Brimob, Briptu Safrudin dan Briptu Asrul mengalami luka bagian kepala. Sementara empat anggota Kostrad; Prada Apriadi, Prada Firman, Prada Yanris, dan Prada Tiflif menderita luka tembak di kaki dan paha.
"Namun tentunya semua itu butuh proses, saat ini kita belum bisa menyimpulkan," terangnya.
Peristiwa berdarah itu sebelumnya terjadi di kompleks kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo, dini hari tadi. Kejadian bermula dari satu regu Brimob melakukan patroli dengan menggunakan mobil truk dan melintas di depan Kantor KPU Limboto. Tiba-tiba mobil itu dilempari batu dan botol oleh sekelompok orang tak dikenal.
Kemudian, sejumlah anggota Brimob melakukan penyisiran. Dan langsung terdengar letusan senjata api beberapa kali hingga menyebabkan korban luka tembak sebanyak empat orang.(mdk/ian)