Lokasi bocah dilempar batu di Jalan Juanda Depok minim penerangan
Lokasi bocah dilempar batu di Jalan Juanda Depok minim penerangan. Polisi didesak melakukan patroli di lokasi kejadian. Apalagi di situ dekat dengan pos kepolisian.
Fitri Kurniasih, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus pelemparan batu dilakukan orang tak dikenal hingga melukai anaknya, Rafa Ismail Fahrezi, di Jalan Ir Juanda Depok, Jawa Barat. Fitri berharap anaknya menjadi korban terakhir teror dilakukan orang tak bertanggung jawab tersebut.
"Mudah-mudahan kasus anak saya menjadi yang terakhir," kata Fitri, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/6).
Menurut dia, penerangan di lokasi kejadian sangatlah minim. Banyak lampu-lampu yang tidak berfungsi.
"Penerangan di sana kurang. Di sana itu yang banyak lampu hias yang di pohon. Dibandingkan lampu tembak yang ke jalan," ujar dia.
Untuk itu, dia mendesak kepolisian melakukan patroli di lokasi kejadian. Apalagi di situ dekat dengan pos kepolisian.
"Tingkatkan lagi keamanannya," ucap dia.
Fitri menyebut buah hatinya sudah menjalani satu kali operasi di RS Polri Kramat Jati. Setidaknya, sudah menggelontorkan uang Rp 26 juta.
Dia merasa senang dengan pelayanan di Rumah Sakit Polri. Dia pun mengapresiasi penanganan para dokter.
"Di sini (RS Polri) pelayanannya welcome enggak neko-neko dan tidak banyak aturan," ujar dia.
Tak sampai di situ, pujian lainya soal biaya yang mendapatkan keringanan. Mengingat anaknya belum terdaftar sebagai peserta BPJS.
"Kemarin di sini menawarkan di kasih waktu untuk mengurus BPJS," tukasnya.
Diketahui, insiden pelemparan batu dialami Raffa (9) oleh orang tak dikenal terjadi saat diboncengi motor orang tuanya. Kejadian bermula saat korban dan orangtuanya sedang melintas di Jalan Juanda Depok, Senin (15/6).
Tiba-tiba ada orang tak dikenal melempar batu. Kemudian orang itu langsung melarikan diri. Korban pun terjatuh bersama orangtuanya. Korban langsung dilarikan ke RS terdekat. Kemudian dirujuk ke RS polri Kramatjati.
Fitri, ibu korban mengatakan, saat itu dia keluarga melintas di Jalan Juanda, usai berkunjung ke rumah kerabat di Bekasi. Mereka hendak pulang ke rumahnya di Jalan Mujair, Perumnas Depok 1, Pancoran Mas, Depok, Jumat (15/6) lalu.
"Tiba-tiba saja waktu lewat di Jalan Juanda, anak saya menangis sambil bilang mukanya sakit. Setelah saya liat, ternyata wajah anak saya sudah berdarah-darah," katanya, Selasa (19/6).
Melihat kondisi anaknya yang terluka parah, Fitri dan suami pun melarikannya ke RS Bunda di Jalan Margonda. Namun karena lukanya yang parah, Raffa pun dirujuk ke RS Polri Kramat Jati. "Jadi luka anak saya terbilang parah, tidak hanya perlu dibedah, tapi lebih dari pada itu penangannya. Makanya anak saya dirujuk ke RS Kramat Jati," tukasnya.
Dia pun melaporkan kejadian ini pada kepolisian. Hingga kini Raffa masih dirawat di RS Polri. Ia baru saja menjalani operasi atas luka di wajahnya pada Senin (18/6) petang tadi.
"Anggota kami sudah melakukan pengecekan. Petugas sudah mendatangi korban dan minta keterangan saksi orang tua korban dan sedang mengejar pelaku berdasarkan ciri-ciri yang diberikan orangtua korban," kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Bintoro.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ulah lempar batu ke Tol Malaka sudah direncanakan pelaku
Polisi amankan dua ABG pelempar batu ke mobil di Tol Malaka Ciracas
Kapolri perintahkan copot spanduk di JPO tol agar pelempar batu tak bisa sembunyi
TNI janjikan cendera mata bagi warga yang tangkap pelempar batu ke mobil jenderal
Antisipasi pelemparan batu, 12 JPO di Bekasi bakal dijaga polisi
Giliran mobil Fortuner jenderal TNI dilempar batu di Tol Cibubur
Marak pelemparan batu dari JPO tol, Polri dan TNI kerja sama perketat pengamanan