Lima Sekolah di Bangka Lolos Seleksi Nasional Program Sekolah Adiwiyata Bangka
Pemerintah Kabupaten Bangka mengumumkan lima sekolah berhasil lolos seleksi Adiwiyata tingkat nasional, menegaskan komitmen daerah terhadap Sekolah Adiwiyata Bangka dan pendidikan lingkungan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), telah menetapkan lima lembaga sekolah di wilayahnya untuk mengikuti seleksi Adiwiyata tingkat nasional pada tahun 2026. Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkab Bangka dalam mendukung program pendidikan berwawasan lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Boy Yandra, pada Minggu (24/5), mengungkapkan nama-nama sekolah yang terpilih. Lima sekolah tersebut adalah SD Negeri 7 Pemali, SD Negeri 9 Pemali, SD Negeri 11 Pemali, SD Negeri 15 Pemali, dan SMP Negeri 3 Sungailiat. Pemilihan ini didasarkan pada keberhasilan sekolah-sekolah tersebut dalam menerapkan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Program Adiwiyata sendiri merupakan inisiatif kolaboratif antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Tujuannya adalah memberikan penghargaan kepada sekolah yang secara konsisten berhasil mengimplementasikan PBLHS. Program ini berupaya menanamkan kesadaran, pengetahuan, serta sikap peduli lingkungan sejak dini kepada seluruh warga sekolah.
Kriteria Seleksi Adiwiyata Nasional
Pemilihan lima sekolah di Kabupaten Bangka untuk seleksi Adiwiyata nasional didasarkan pada evaluasi ketat terhadap implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Sekolah-sekolah ini dinilai telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya kondusif, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan. Keberhasilan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan sampah, efisiensi energi, hingga penanaman dan pemeliharaan lingkungan hijau di area sekolah.
Program Adiwiyata, yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemendikdasmen, bertujuan untuk mendorong sekolah-sekolah menjadi agen perubahan dalam pelestarian lingkungan. Melalui program ini, diharapkan siswa dan seluruh komunitas sekolah dapat mengembangkan perilaku ramah lingkungan. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun generasi yang memiliki wawasan lingkungan yang kuat dan bertanggung jawab.
Boy Yandra menjelaskan bahwa tujuan utama Adiwiyata adalah menanamkan kesadaran, pengetahuan, dan sikap peduli lingkungan sejak dini. Hal ini dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dan praktis di lingkungan sekolah. Dengan demikian, diharapkan nilai-nilai kelestarian lingkungan dapat terinternalisasi pada setiap warga sekolah, membentuk kebiasaan positif yang berkelanjutan.
Perjalanan Menuju Adiwiyata Mandiri
Selain lima sekolah yang lolos seleksi Adiwiyata nasional, Kabupaten Bangka juga memiliki dua lembaga pendidikan formal yang tengah dipersiapkan sebagai calon Sekolah Adiwiyata Mandiri. Kedua sekolah tersebut adalah SD Negeri 1 Pemali dan SD Negeri 24 Sungailiat. Pencapaian ini merupakan bukti nyata dari komitmen berkelanjutan daerah dalam memajukan pendidikan lingkungan.
Sekolah Adiwiyata Mandiri adalah penghargaan tertinggi dalam program sekolah peduli lingkungan. Gelar prestisius ini diberikan kepada sekolah yang tidak hanya mampu mempertahankan program pelestarian lingkungan secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut, tetapi juga berhasil membina sekolah lain untuk menerapkan program serupa. Ini menunjukkan peran aktif sekolah dalam menyebarkan praktik baik lingkungan.
Proses menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri membutuhkan dedikasi dan inovasi yang tinggi. Sekolah harus menunjukkan keberlanjutan program lingkungan mereka serta kemampuan untuk menjadi mentor bagi sekolah lain. Keberadaan calon Adiwiyata Mandiri ini diharapkan dapat memicu sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bangka untuk turut serta dalam gerakan peduli lingkungan.
Pentingnya Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Program Adiwiyata di lingkungan sekolah memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. Boy Yandra, yang juga Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Provinsi Kepulauan Babel, berpendapat bahwa program ini mengajarkan anak-anak untuk mencintai kelestarian alam sejak dini. Ini menanamkan wawasan berbasis lingkungan yang esensial.
Edukasi lingkungan yang terintegrasi dalam kurikulum sekolah membantu siswa memahami dampak tindakan manusia terhadap bumi. Mereka belajar tentang pentingnya konservasi sumber daya alam, pengurangan limbah, dan menjaga keanekaragaman hayati. Pemahaman ini sangat vital untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi semua.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan PBLHS, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis. Mereka diajak untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan, seperti menanam pohon, mengelola kompos, dan menghemat energi. Pengalaman ini membentuk kebiasaan positif dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar mereka.
Sumber: AntaraNews