KWI bakal serahkan daftar masalah di RUU Pesantren ke Jokowi
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi polemik. Salah satu alasan, menurut Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), karena belum ada konsultasi resmi membahas hal tersebut.
Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan menjadi polemik. Salah satu alasan, menurut Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), karena belum ada konsultasi resmi membahas hal tersebut.
"Ini belum secara resmi berkonsultasi dengan KWI. Karenanya jangan sampai kontra produktif. Diatur dengan orang yang tidak ngerti," ujar Pengurus Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI, Romo Heri Wibowo.
Hal ini disampaikan Romo Heri dalam diskusi yang diadakan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan tema 'Sekolah Minggu di RUU Pesantren dan Pendidikan Agama' di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (30/10).
Menurutnya, dipastikan ini belum ada kajiannya. Terlebih dalam RUU tersebut belum memasukkan kekhasan masing-masing agama. "Ini belum memasukan kekhasan agama-agama lain," ungkap Romo Heri.
Karenanya, masih kata dia, pihaknya akan segera menyusun dan memberikan Daftar Invertarisasi Masalah (DIM) kepada pemerintah. Agar bisa menjadi masukan.
"Nanti kami akan memberikan daftar invertarisasi permasalahan secara lengkap kepada Presiden. Ini untuk jadi pertimbangan. Kami sedang menyusun," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
PGI sebut sekolah minggu peribadatan, tidak tepat dimasukkan dalam RUU Pesantren
DPR sarankan PGI sampaikan protes soal aturan sekolah minggu ke pemerintah
Jokowi akan kaji RUU Pesantren supaya tak jadi polemik
DPR buka peluang revisi pasal di RUU Pesantren usai penolakan PGI
Alasan PGI tolak sekolah minggu diatur RUU Pesantren & Pendidikan Keagamaan