KPK dalami kasus Buol melalui Hartati Murdaya
"Jadi Ibu Hartati merupakan kelanjutan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK," kata Juru Bicara KPK Johan Budi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap penerbitan hak guna usaha (HGU) perkebunan Kelapa sawit di Buol, Sulawesi Tengah. Hal itu terbukti dengan pemeriksaan Hartati Murdaya, selaku pemilik PT Hardaya Inti Plantations (HIP).
Walaupun sudah memeriksa anggota Dewan Pembina Partai Demokrat tersebut selama 12 jam pada Jumat lalu, tetapi diakui hal itu belumlah cukup untuk pengembangan kasus tersebut.
"Jadi Ibu Hartati merupakan kelanjutan pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK. Pekan lalu kan belum selesai karena banyak informasi yang perlu kami gali dari ibu Hartati," ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (30/7).
Sama seperti pertama kali diperiksa, Hartati pun masih berpenampilan elegan dengan pakaian blazer hitam dipadu dengan celana panjang hitam saat tiba di KPK. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu pun juga mendapatkan pengawalan ketat dari puluhan pria berbadan tegap memakai setelan batik.
Kepada wartawan, Hartati mengaku kedatangannya untuk memberikan keterangan tambahan,"Saya ingin berikan penjelasan sejelas jelasnya karena yang kemarin belum cukup," kata Hartati saat sebelum masuk kantor KPK, Jakarta.(mdk/did)