LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Korban Sukhoi ingin memperbaiki makam orang tuanya

"Kami berharap Tuhan masih memberikan kehidupan," kata Nur Zamroni.

2012-05-10 17:19:58
Sukhoi hilang
Advertisement

Pasrah dan bangga merupakan dua kata yang keluar dari mulut Nur Zamroni (54). Kakak kandung salah seorang penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100, Didik Nur Yusuf, itu hanya mengharap sebuah keajaiban dari Tuhan kepada adik tercintanya.

"Kami berharap Tuhan masih memberikan kehidupan. Namun seandainya meninggal kami pasrah, kami bangga karena adik saya meninggal saat bekerja menjalankan tugas," kata Nur Zamroni di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (10/5), seperti dilansir Antara.

Dia kemudian mengenang saat sang adik terakhir menghubunginya pada pada Minggu (6/5) sore lalu. Saat itu Didik menelepon Zamroni ingin pulang ke Magelang karena ingin memperbaiki makam kedua orang tuanya, Ahmad Husain dan Mutiana.

"Kami terakhir bertemu saat dia bersama istri dan anaknya pulang ke Magelang pada Ramadhan lalu. Kami tidak heran mendengar dia berkali-kali naik pesawat karena menjadi bagian dari tugasnya. Namun begitu mendengar pesawat yang dinaikinya kecelakaan, kami sangat terkejut," katanya.

Menurut dia, keluarga di Magelang baru mengetahui pesawat yang ditumpangi Didik hilang kontak saat dirinya menerima pesan singkat dari salah seorang keponakannya, Satriyo Nusantara.

"Saat saya melihat tayangan televisi, ternyata di daftar korban ada nama Yusuf dari majalah Angkasa, tidak salah lagi itu pasti Yusuf adik saya. Saya melihat istrinya dan anaknya juga muncul di televisi sambil menangis. Kami sekeluarga pun kaget dan pasrah," kata dia.

Meski pasrah, kakak kandung Didik yang lain, Nur Huda, telah berangkat ke Jakarta. Selain untuk menghibur istri dan anak Didik, kedatangan Nur Huda juga untuk memperoleh kejelasan nasib adiknya.

Seperti diketahui, hingga saat ini puluhan penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 belum diketahui nasibnya. Didik Nur Yusuf merupakan wartawan Majalah Angkasa yang turut serta dalam penerbangan itu.

Didik tinggal di kompleks Perumahan Puri Kartika Baru Blok H 3 No 6 Jalan Jambu, Ciledug, Jakarta Barat. Didik tinggal bersama istrinya Nurlaela (35) dan seorang anaknya Abdul Haris Dirgantara (15).(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.