Korban Ricuh di Gedung Sate, 5 luka-luka
2 Diantaranya dirawat di UGD RS Borromeus, Jalan H Djuanda, Bandung. Luka mereka harus dijahit.
Aksi menolak kenaikan BBM di depan Gedung Sate, Bandung, pada Senin (26/3) siang berakhir ricuh. 5 Orang mahasiswa mengalami luka-luka. 2 Diantaranya dirawat di UGD RS Borromeus, Jalan H Djuanda, Bandung.
Kedua korban kericuhan yang mengalami rawat, yakni yakni Ketua GMNI Bandung Helmut Hector serta anggota Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Taryana. Sedangkan tiga nama lainnya yang mengalami luka memar adalah Wendi, Saron, dan Feres.
Helmut menerima 7 jahitan di keningnya, Dia menuturkan, dalam bentrokan itu dia yang hendak membantu temannya yang akan jatuh justru terinjak-injak. "Saya mau tolong teman, tapi saya ditarik hingga jatuh dan ditendang," kata Helmut yang terbaring di UGD Borromeus, Senin (26/3).
Helmut mengaku akan menempuh jalur hukum atas tindakan yang dilakukan aparat terhadap dirinya. "Ke depan, kita tetap akan tuntut ini sesuai hukum karena represivitas aparat. Kita kan ingin BBM tidak naik tapi malah dipukuli aparat yang notabene pelayan masyarakat," ungkapnya.
Kendati sudah mengalami luka namun ia menyatakan tidak akan berhenti melakukan aksi penolakan BBM, karena menurutnya hal itu pemicu terhadap gerakan yg lebih besar. "Kami akan membuat gerakan lebih besar hingga jelang kenaikan BBM," tandasnya.(mdk/ian)