LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Khofifah sebut paham ateis meningkat di sejumlah negara Islam

"Ateis ini di Timur Tengah meningkat tajam, dan peningkatannya paling tajam ini di Saudi Arabia dan Mesir," ujarnya.

2016-10-24 04:30:00
Khofifah Indar Parawansa
Advertisement

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan para ulama, bahwa saat ini paham ateis meningkat tajam di negara-negara Timur Tengah, Arab Saudi dan Mesir. Paham tidak percaya adanya Tuhan ini, kata dia, disebabkan aksi-aksi radikal mengatasnamakan agama.

Ini disampaikan Ketua Umum PP Muslimat NU itu ketika berduet bersama pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Kauman, Lasem, Rembang, Jawa Tengah KH Za'im Ahmad Ma'shum di Ponpes Bumi Aswaja, Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Minggu (23/10).

Keduanya diundang untuk memberi ceramah agama memperingati Tahun Baru Hijriyah 1438 dan Haul Ponpes Bumi Aswaja.

"Amannya ahklah, amannya tatanan umat, ini menjadi PR-nya para kiai, para pengasuh pesantren. Kemarin sore saya diskusi, di pagi harinya saya juga diskusi. Diskusinya ada fenomena meningkatnya ateis," kata Khofifah.

Ateis ini, lanjut Khofifah, tidak percaya keberadaan Allah SWT.

"Ateis ini di Timur Tengah meningkat tajam, dan peningkatannya paling tajam ini di Saudi Arabia dan Mesir. Di sana ada Baitullah, ada Makatul Mukarromah, di sana ada Madinatul Munawaroh. Apa yang menjadikan ateis meningkat tajam di Saudi Arabiah dan Mesir, termasuk di Timur Tengah?," ucapnya.

"Karena mereka (orang yang mulai tak percaya agama) melihat: Kok ada ya, ada menggunakan label agama kok merusak? ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) antara lain. Mereka membunuh, mereka merampok, mereka merusak," sambungnya.

Untuk itulah, Khofifah mengajak para ulama, dan para kiai, mulai mengubah peta dakwahnya agar akidah dan keimanan umat Islam di Indonesia tidak terjebak pada aksi-aksi radikalisme yang juga marak di Indonesia.

Di suasana masih dalam peringatan Hari Santri Nasional ini, Khofifah juga menyinggung maraknya kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di Tanah Air. Yang mana soal ini dianggapnya mengancam moralitas generasi muda, tak terkecuali para santri.

"Artinya para kiai, bu nyai semua, majelis-majelis ta'lim panjenengan (Anda), istighosah panjenengan, manakib panjenengan juga harus diikuti kerja nyata (dakwah turun ke lapangan). Iniloh PR kita semua," tegasnya.

Senada, KH Za'im Ahmad Ma'shum juga mengatakan, saat ini paham-paham komunis (ateis) juga mulai masuk di Indonesia. Bahkan, Kiai Za'im tak segan menyebut paham tersebut ikut mendukung organisasi-organisasi Islam yang menginginkan berdirinya Negara Islam di Indonesia.

"Kenapa mereka (komunis) ingin membonceng organisasi-organisasi Islam yang selalu berbicara khilafah? Karena jika negara Islam berdiri, mereka (komunis) bisa hidup di Indonesia," tegas pengasuh Ponpes Kauman, Lasem ini.

Baca juga:
Ngaku ateis di Twitter, pria ini dibui 10 tahun & dicambuk 2000 kali
Tokoh ateis sebut Alquran buku penting yang harus dibaca semua orang
China larang muslim ibadah, harus patuh pada ateisme Marxis
China wajibkan umat beragama hormati ateisme
KTT OKI ingin bangkitkan kebesaran Islam lewat iptek
China larang orangtua ajarkan praktik ibadah agama kepada anak
Mahfud MD: Dakwah santri dulu sampai sekarang mengindonesiakan Islam

Dengar Salawat Nariyah, Mensos menangis teringat gurunya

Advertisement
(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.