Kejiwaan dr. Rica labil, bakal didampingi psikolog Mabes Polri
Menurut polisi, dr. Rica hingga saat ini tidak mau melepaskan anaknya yang masih bayi.
Polda DIY berencana mendatangkan psikolog dari Mabes Polri buat mendampingi dr. Rica Tri Handayani dan tiga korban hilang lainnya terkait organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang kini sudah ditemukan. Sebab dari pengamatan mereka, kejiwaan para korban saat ini nampak labil.
Kapolda DIY, Brigjen Pol Erwin Triwanto mengatakan, Rica masih trauma dan labil. Dia bahkan tidak mau melepaskan anaknya dari pelukannya sejak ditemukan polisi.
"Kondisinya masih labil, dia memeluk anaknya terus, tidak mau dipisah," kata Erwin kepada wartawan di Polda DIY, Senin (11/1).
Menurut Erwin, peran psikolog penting supaya para korban mau buka mulut, terkait dengan sepak terjang organisasi Gerakan Fajar Nusantara yang mereka ikuti. Hal itu juga supaya memudahkan polisi bisa segera mendapatkan keterangan dari para korban.
"Sampai sekarang belum bicara, karena itu kami meminta bantuan Mabes untuk psikolog mendampingi," ujar Erwin.
Polisi berhasil membawa pulang dr. Rica dan tiga orang lain, serta dua orang diduga perekrut dari Gafatar ke Polda DIY. Mereka dicegat di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, saat hendak terbang ke Semarang, Jawa Tengah.
Baca juga:
Pria diduga perekrut aliran sesat ikut diamankan bersama dr Rica
Suami dr Rica tak lepaskan gandengan istrinya hingga Polda DIY
Polisi sebut dr Rica terlibat Gafatar sejak kuliah di Yogyakarta
Seorang warga DIY kembali hilang, diduga terlibat Gafatar
MUI Yogya bantah banyak orang hilang karena ikut ISIS atau Gafatar