Kebakaran lereng Sindoro diduga karena balon api
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa dengan tradisi menerbangkan balon api saat Lebaran tersebut."
Hutan di lereng Gunung Sindoro yang terbakar sejak kemarin sore berhasil dipadamkan pagi tadi. Diduga kebakaran di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, itu akibat bola api yang diterbangkan masyarakat sekitar sebagai tradisi Lebaran.
"Diduga kebakaran tersebut akibat balon api yang diterbangkan masyarakat jatuh di kawasan hutan lindung tersebut," kata Administratus Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara, Iwan Setiawan, di Temanggung, Selasa, Selasa (21/8).
Dia mengatakan, kondisi hutan di lereng Sumbing dan Sindoro pada musim kemarau ini sangat kering sehingga ada percikan api sedikit saja bisa membakar hutan.
"Kami tidak bisa berbuat apa-apa dengan tradisi menerbangkan balon api saat Lebaran tersebut. Kami hanya mengimbau masyarakat sekiranya membahayakan sebaiknya tidak usah menerbangkan balon dengan membawa api," katanya.
Dia mengatakan, kebakaran yang terjadi sejak kemarin petang tersebut telah berhasil dipadamkan pada pukul 06.30 WIB pagi tadi.
"Sekitar 15 petugas Perhutani kami terjunkan untuk memadamkan api mulai Selasa pagi, karena pada malam hari tidak berani ke lokasi kebakaran karena berupa jurang terjal," katanya.
Menurut dia, kawasan yang terbakar sekitar 15 hektare berupa alang-alang, bukan tanaman pokok.
"Kerugian finansial mungkin sangat kecil akibat kebakaran tersebut, tetapi kerugian ekologinya sangat berat karena lereng gunung tersebut semakin bertambah kering," katanya.(mdk/ren)