Kapolri Tito: 90 Persen yang ditembak Santoso
Untuk memastikan jasad Santoso, dari keluarga dan bekas anggotanya akan dihadirkan.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum bisa memastikan 100 persen salah satu dari korban kontak tembak di Poso dengan Satgas Tinombala kemarin malam adalah Santoso. Namun, dari sejumlah ciri yang dilaporkan anak buahnya di lapangan, persentase kebenaran sudah mencapai 80-90 persen.
"Dia pernah ditangkap di tahun 2005, dari petugas yang menangkap dan ada di lokasi saat itu memastikan sementara ini Santoso, sekarang baru 80 persen. 90 Persenlah Santoso," kata Tito usai rapat dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/7).
Saat ini, katanya, jasad dua pria yang diduga salah satunya Santoso sedang dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Polda Sulteng. Di sana, sudah menunggu sejumlah orang untuk memastikan yang ditembak Satgas Tinombala adalah Santoso.
"Ada keluarga, ada kepala lingkungannya, ada tersangka 5 orang yang ditangkap dalam operasi Tinombala yang ditahan di polda. Nanti akan kita perlihatkan untuk memastikan," tambahnya.
Namun, katanya, dari sejumlah saksi awal di bandara yang melihat jasad tersebut sudah bisa dipastikan Santoso. Namun, lagi-lagi, dikatakan Tito, untuk memastikan tentunya kedua jasad harus dibersihkan dahulu.
Dalam kesempatan yang sama, Tito memastikan, operasi Tinombala akan terus dilanjutkan sampai kelompok bersenjata Santoso benar-benar ditumpas habis. Seperti diketahui, operasi Tinombala akan selesai Agustus mendatang.
"Tadi malam sejumlah senjata rakitan juga disita dalam kontak tembak," pungkasnya.
Baca juga:
Kepala BIN sebut teroris tewas ditembak 90 persen Santoso
Mengenal pasukan Kostrad yang tembak mati teroris diduga Santoso
Identitas 3 wanita yang lolos saat baku tembak, ada istri Santoso
Politisi PDIP soal Santoso: Tito Karnavian sudah lunasi janjinya
Santoso diduga tewas, JK sebut TNI-Polri pantas dapat penghargaan
Santoso diduga tewas, PDIP bilang Jokowi tak salah pilih Kapolri
Polisi kerahkan helikopter permudah evakuasi jenazah terduga Santoso