LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Kanit Reskrim berkelahi dengan waria

Waria penghuni Bunderan Waru ini pun memaksa para polisi tersebut untuk bermain atau menyerahkan uangnya.

2012-07-02 20:07:55
penganiayaan
Advertisement

Hendak menangkap buronan, seorang polisi yang sedang menyamar luka memar akibat berkelahi dengan waria di Bunderan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur. Kejadian ironis ini dialami Kanit Reskrim Polsek Gayungan, AKP Sukoco, Senin (2/7) dinihari.

Kapolsek Gayungan, Surabaya, Kompol M Taufik melalui Kasie Humas Polsek Gayungan Aiptu Sunarto menceritakan, insiden ini bermula dari informasi bahwa telah terjadi pemerasan di Bunderan Waru (perbatasan Sidoarjo-Surabaya).

Selanjutnya, Sukoco bersama tiga anggota lainnya melakukan penyamaran di lokasi dengan berpakaian sipil dan mengenakan wig (rambut palsu). Tujuannya, untuk mencari target operasi (TO) yang sudah diketahui ciri-cirinya.

"Dari pengaduan yang masuk, waktu itu pelaku berpakaian warna kuning dengan rambut dicat merah. Untuk itulah, kanit bersama tiga anggotanya, nyanggong di tempat tersebut," terang Sunarto.

Kedatangan para polisi yang menyamar ini, disambut oleh Ranti alias Muslikin (35), waria yang tinggal di Pulo Wonokromo, Surabaya. AKP Sukoco dan tiga anggotanya ditawari 'main' tapi langsung ditolaknya. Merasa tak digubris, Ranti meminta uang Rp 20 ribu sebagai penglaris. Permintaan ini pun lagi-lagi ditolak.

Melihat ulah para polisi menyamar ini, Ranti geram dan mengeluarkan gunting. Waria penghuni Bunderan Waru ini pun memaksa para polisi tersebut untuk bermain atau menyerahkan uangnya. Merasa terancam, Kanit Reskrim ini pun melarikan diri untuk mencari tempat aman dan meninggalkan motornya di lokasi kejadian.

"Karena buruannya kabur, tersangka pun memutuskan untuk menguasai motor milik Pak Kanit (Sukoco)," lanjut Sunarto.

Mengetahui hal ini, Sukoco kembali dan berusaha mempertahankan motor. Namun, Ranti melawan dan terjadi baku hantam antara keduanya. Melihat atasannya berkelahi, tiga anggota reskrim yang lain pun turut menangkap tersangka, hingga akhirnya tersangka tidak berkutik dan menyerah.

"Saat dilakukan penggeledahan, di dalam tas tersangka ditemukan satu gunting dengan panjang 25 centimeter. Selain itu barang bukti motor dengan nopol W 3709 XY milik anggota juga ikut kita amankan," ungkapnya.

Sukoco sendiri ketika dikonfirmasi mengatakan, akibat kejadian tersebut, dirinya menderita luka lebam di tangan dan kakinya. "Cuma luka lebam biasa saja," ujarnya santai.

Sedangkan Ranti di depan petugas mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. Sebab, dia tidak mengetahui jika 'mangsanya' adalah polisi yang sedang menyamar.

"Saya benar-benar tidak tahu. Awalnya tadi sudah mau saya lepas. Memang lagi apesnya saya," kata dia kepada petugas.(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.