Jokowi Diharapkan Resmikan Tol AP Pettarani saat Kunker ke Sulsel
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Hayat Gani mengusulkan kepada Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono agar Presiden Jokowi (Jokowi) bisa meresmikan penggunaan Tol AP Pettarani saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulsel.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Abdul Hayat Gani mengusulkan kepada Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono agar Presiden Jokowi (Jokowi) bisa meresmikan penggunaan Tol AP Pettarani saat melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Sulsel. Apalagi peresmian jalan layang tersebut sempat tertunda sebelumnya.
"Waktunya memang terbatas, hanya 12 jam. Tapi jika memungkinkan, di sela kunjungan kerja kali ini bisa dilakukan peresmian Tol AP Pettarani. Mungkin cukup penandatanganan prasasti saja," kata Abdul Hayat dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (13/3). Dikutip dari Antara.
Sesuai rencana Jokowi akan melakukan kunker pada 18 Maret 2021. Presiden dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda di Toraja, Kabupaten Maros, Gowa dan Makassar.
Ia mengungkapkan, usulan tersebut bukan tanpa alasan. Jalan tol tersebut sudah lama selesai dan di Jalan AP Pettarani bagian bawah sudah terjadi kemacetan akibat mobilitas yang tinggi.
Jika tol layang dioperasikan, kata dia, tentu bisa mengurai kemacetan yang terjadi selama ini.
"Kami harap bisa diagendakan, tanpa mengambil waktu yang lama," tuturnya.
Abdul Hayat menambahkan, kedatangan Jokowi harus diatur dengan baik dan rapi. Tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan, di mana di setiap titiknya hanya ada 50 orang.
"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota agar bisa dipersiapkan dengan baik," ujarnya.
Baca juga:
Pemerintah Klaim Pengolahan Limbah Batubara Tetap Lindungi Lingkungan
Dies Natalis Ke-45, Jokowi Tantang UNS Berinovasi Mengikuti Kemajuan Zaman
Tak Masuk Kategori Bahaya, PKS Khawatir Limbah Batu Bara Dikelola Serampangan
Jokowi: Vaksin Merah Putih dan Nusantara Harus Ikuti Proses Uji Klinis
Jokowi Hapus Limbah Minyak Sawit dari Kategori Berbahaya dan Beracun
CORE Sebut Stok Pipa Nasional Melimpah: Kemarahan Jokowi Sangat Wajar