John Kei keluar dari RS Polri malam ini
"Sudah ada perjanjian dengan polisi di mana John Kei malam ini atau besok kembali ke Polda," ujar Tito.
Kuasa hukum John Kei, Tito Kei mengaku sudah mengantongi surat keterangan dari RS Polri yang menyatakan John Kei sehat. Untuk itu, dia meminta agar polisi segera membawa John Kei ke Polda Metro Jaya.
"Sudah ada perjanjian dengan polisi di mana John Kei malam ini atau besok kembali ke Polda," ujar Tito di RS Polri, Kramat Jati, Senin (9/7).
Setelah kembali ke tahanan Polda kata Tito, artinya masa pembantaran yang dilakukan polisi telah berakhir. Jika berkas perkara tak segera dirampungkan John Kei akan segera bebas.
"Rabu kemungkinan bebas," katanya.
Menurut tito, pendukung John Kei siap menarik diri jika polisi menepati janjinya. "Polisi buat perjanjian, misalkan pasukan mundur Brimob juga akan mundur," tandasnya.
Polisi membawa John Kei ke RS Polri pada Kamis dinihari lalu dengan alasan sakit. Selama menjalani perawatan masa penahanan John Kei dibantarkan. Seharusnya John Kei bisa bebas pada Sabtu (7/7). Namun, karena dibantarkan, maka masa penahanan tidak berkurang hingga kesehatannya pulih.
John Kei ditangkap oleh aparat Polda Metro Jaya sejak tanggal 17 Februari 2012 di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. Polisi sempat menembak betis bagian kanan John Kei saat berusaha melarikan diri ketika di gerebek aparat kepolisian di sebuah kamar di hotel itu.
Semenjak ditahan itu, masa penahanan John Kei terus diperpanjang sebanyak tiga kali hingga akhirnya menempuh batas maksimal yakni 120 hari masa penahanan dalam proses penyidikan. Lamanya penahanan John Kei ini lantaran polisi masih belum mendapatkan persetujuan berkas lengkap (P21) dari pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
Penahanan terhadap John Kei ini terkait dengan kasus pembunuhan berencana pengusaha peleburan besi PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung. Polisi menduga John Kei yang merupakan teman dekat Ayung ini menginstruksikan pembunuhan itu kepada anak buahnya di kamar Swisbel Hotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ayung pun tewas akibat pendarahan hebat dari luka tusuk bagian perut, pinggang, dan leher.
(mdk/did)