Jembatan Surian Cegog Pandeglang: Sudah 90% Rampung, Pemprov Banten Targetkan Beroperasi November 2025
Pembangunan Jembatan Surian Cegog di Pandeglang, yang sempat ambruk, kini mencapai 90% dan ditargetkan rampung November 2025, demi keselamatan warga dan pelajar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah mempercepat penyelesaian pembangunan Jembatan Surian Cegog yang berlokasi di Desa Rancapinang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang. Jembatan vital ini ditargetkan rampung pada November 2025, setelah sebelumnya ambruk pada Oktober 2024.
Proyek ini menjadi prioritas utama bagi Pemprov Banten guna memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga, khususnya para pelajar yang setiap hari harus menyeberangi sungai. Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi permasalahan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat.
Saat ini, progres pembangunan jembatan sepanjang 24 meter tersebut telah mencapai 90 persen, menunjukkan kemajuan signifikan sejak proyek diambil alih dan dimulai pada Juni 2025. Anggaran pembangunan berasal dari efisiensi APBD Tahun Anggaran 2025, sesuai Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025.
Progres Pembangunan dan Target Penyelesaian Jembatan Surian Cegog
Gubernur Banten Andra Soni menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Surian Cegog telah menunjukkan kemajuan pesat. "Pembangunan jembatan itu Pemprov Banten ambil alih dan sejak Juni 2025 kita melakukan pembangunan. Saat ini sudah sekitar 90 persen progresnya, tinggal 10 persen lagi,” kata Andra di Kota Serang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menambahkan bahwa proyek ini kini memasuki tahap akhir. "Pengecoran terakhir itu di akhir bulan Oktober, mudah-mudahan pada November sudah bisa dilewati masyarakat,” ujarnya, merujuk pada bulan Oktober dan November tahun 2025.
Setelah pengecoran rampung, Jembatan Surian Cegog diharapkan dapat segera dilalui oleh pejalan kaki dalam waktu tujuh hari. Meskipun demikian, untuk kendaraan bermotor, masyarakat diminta untuk bersabar hingga struktur jembatan benar-benar kuat dan aman.
Prioritas Keselamatan Warga dan Sumber Pendanaan
Andra Soni menegaskan bahwa proyek Jembatan Surian Cegog menjadi prioritas utama karena menyangkut keselamatan dan mobilitas warga, terutama pelajar yang bergantung pada akses ini. Ambruknya jembatan sebelumnya pada Oktober 2024 telah menimbulkan tantangan serius bagi aktivitas sehari-hari masyarakat.
Pendanaan untuk pembangunan kembali jembatan ini berasal dari anggaran hasil efisiensi Tahun Anggaran 2025. Langkah ini diambil sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengamanatkan efisiensi belanja APBN dan APBD. "Dari anggaran efisiensi itu kami relokasi ke pembangunan jembatan tersebut yang dalam waktu tidak lama lagi akan selesai,” jelas Andra.
Komitmen ini menunjukkan respons cepat pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat, memastikan bahwa kendala infrastruktur tidak lagi menghambat akses pendidikan dan ekonomi.
Koordinasi Darurat dan Spesifikasi Teknis Jembatan
Pemprov Banten juga berkoordinasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk menangani kondisi darurat di lapangan. Terutama setelah jembatan darurat dari kayu hanyut akibat derasnya arus sungai, upaya penanganan cepat sangat diperlukan. "Saya telah menyampaikan kepada bupati untuk segera menangani kondisi saat ini, artinya diperlukan jembatan sementara agar warga bisa menyeberang dengan aman,” kata Gubernur.
Bupati Pandeglang, Dewi Setiani, merespons dengan menurunkan tim dari Dinas Bina Marga untuk mengecek kondisi jembatan darurat yang rusak. "Insya Allah ke depan kami akan berupaya bagaimana agar anak-anak sekolah bisa menyeberang dengan aman,” ujar Dewi, menunjukkan perhatian terhadap keselamatan pelajar.
Jembatan Surian Cegog yang baru ini dirancang dengan panjang 24 meter dan lebar total 4 meter, termasuk badan jalan selebar 3 meter. Arlan Marzan mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan menyeberang saat debit air tinggi dan memanfaatkan jalur alternatif lain jika diperlukan, demi menjaga keselamatan bersama.
Sebelumnya, video warga dan pelajar yang menyeberangi sungai di lokasi tersebut sempat viral di media sosial, menyoroti urgensi pembangunan jembatan ini. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan akses pendidikan dan aktivitas ekonomi warga tidak lagi terhambat.
Sumber: AntaraNews