LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Jawaban joki tes masuk UGM ternyata banyak yang salah

Apakah ada keterlibatan orang dalam pada kasus mafia perjokian yang terbongkar Jumat lalu, TPF belum berani memastikan.

2012-07-17 11:34:36
UGM
Advertisement

Tidak semua joki ujian menguasai tes yang ujikan. Hal ini karena jawaban yang diberikan oleh joki saat tes ujian masuk Program Internasional Fakultas Kedokteran (UMPI) Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta ternyata tidak semuanya benar.

Hal ini disampikan Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) UGM, Iwan Dwiprahasto, usai mengecek dan mencoba mengoreksi jawaban yang diberikan joki pada ujian yang dilaksanakan di Kampus UGM Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta.

"Kami coba ikuti arahan dan jawaban yang diberikan, setelah kami koreksi dan periksa secara teliti, ternyata banyak juga kesalahannya jawaban yang diberikan oleh joki," tegas Iwan kepada kepada merdeka.com, Selasa (17/7).

Iwan mengimbau pada masyarakat, khususnya para calon mahasiswa baru UGM untuk tidak terlalu percaya pada jasa joki. Apalagi dengan oknum yang menawarkan iming-iming jawaban soal ujian.

"Soal yang dibuat untuk tes seleksi masuk tak mungkin bocor, jadi pasti bohong apabila ada yang menawarkan kunci jawabannya," jelas Iwan.

Terkait apakah ada keterlibatan orang dalam pada kasus mafia perjokian yang telah terbongkar Jumat lalu, Iwan belum berani memastikan karena belum menemukan data serta bukti-bukti.

"Soal dugaan-dugaan pasti ada. Tetapi kan harus dibuktikan dengan fakta dan bukti pendukung," jelas Iwan.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resort Sleman meringkus 43 orang yang diduga menjadi joki dalam ujian masuk Program Internasional S-1 Fakultas Kedokteran UGM. Dari 43 calon mahasiswa itu, setelah melakukan pemeriksaan secara intensif polisi akhirnya menetapkan salah seorang mereka berinisial IS sebagai tersangka.

IS ditetapkan sebagai tersangka karena mengaku jika meloloskan salah satu calon mahasiswa akan mendapatkan uang imbalan antara Rp 5 sampai Rp 10 juta. Sebagai bentuk kesepakatan antara IS dan calon mahasiswa yang harusnya mengikuti seleksi yang saat tes digantikan IS.

Dalam kasus tersebut 52 peserta ujian diketahui melakukan praktik curang. Namun beberapa pelaku kabur dan hanya 43 yang berhasil dimintai keterangan soal praktik curang itu.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.