'Jangan anggap sepele trauma akibat aksi persekusi dan intimidasi'
'Jangan anggap sepele trauma akibat aksi persekusi dan intimidasi'. KPAI telah melakukan pendampingan psikologi kepada PMA yang kini sudah dititipkan di safe house atau rumah aman. Pendampingan itu diperlukan guna memulihkan traumatik yang dialami korban. KPAI membantu polisi merumuskan pasal untuk pelaku.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda mengapresiasi upaya kepolisian mengevakuasi remaja berinisial PMA (15) dan keluarganya ke tempat yang aman. PMA merupakan korban aksi persekusi atau intimidasi oleh sekelompok orang lantaran ocehannya di Facebook mengkritik pimpinan FPI Rizieq Syihab.
Erlinda menceritakan kondisi korban dan keluarganya akibat aksi intimidasi. "Kondisinya saat ini tertekan, sangat ketakutan ada juga ancaman dugaan pelanggaran hasutan dan kebencian dilibatkan kepada ananda tersebut," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6).
Erlinda menuturkan, pihaknya telah melakukan pendampingan psikologi kepada PMA yang kini sudah dititipkan di safe house atau rumah aman. Pendampingan itu diperlukan guna memulihkan traumatik yang dialami korban akibat intimidasi oleh sekelompok ormas yang diduga dari Front Pembela Islam (FPI).
"Kami hadir di sini mengingatkan trauma yang dialami anak-anak jangan dianggap sepele karena itu akan bermutasi pada saat dewasa nanti. Itu mengganggu tumbuh kembang dan sosial masyarakatnya," katanya.
Lebih lanjut Erlinda menyampaikan, pihaknya kini tengah merumuskan pasal yang akan dijeratkan kepada kedua pelaku.
"Kami bersama Polda Metro Jaya akan merumuskan pasal mana yang pas untuk terhadap oknum pelaku kejahatan persekusi ini. Yang kedua juga di sini langkah hukum lainnya apakah ada Pasal lain yang bisa disangkakan pada oknum ini karena masih ada celah lain pasal pidana lainnya," ucapnya.
Baca juga:
Kapolda Metro Jaya akan tindak tegas pelaku persekusi
Cegah persekusi, Kapolda Metro perintahkan anak buah patroli siber
Anggota atau bukan, FPI akan dampingi 2 pelaku persekusi di Cipinang
Try Sutrisno tegaskan aksi persekusi harus digempur
Kompolnas minta polisi tindak tegas pelaku persekusi