Ini Syarat Pandemi Covid-19 bisa Jadi Endemi
Hal kedua yang perlu dilakukan adalah melakukan protokol kesehatan dengan baik.
Pemerintah membuka wacana persiapan dari pandemi menuju endemi Covid-19. Ahli kesehatan masyarakat dr. Iwan Ariawan mengatakan bukan hanya pemerintah, namun butuh peran serta masyarakat dalam mempersiapkan menuju endemi Covid-19.
Pria yang juga Ahli Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menegaskan syarat utama menuju endemi ialah program vaksinasi.
"Jadi langkah yang perlu dilakukan kita lihat ya kalau dari masyarakat yang pertama adalah segera dapat vaksinasi nggak usah pilih-pilih vaksin karena begitu kita vaksinasi apapun vaksinnya kita ada kekebalan meskipun 100 persen tapi ada kekebalan terhadap Covid-19 dan kita risiko untuk menjadi Covid yang berat atau meninggalnya jauh lebih rendah daripada kalau kita tidak divaksin," ujarnya dalam live BNPB Indonesia, Selasa (28/9).
Hal kedua yang perlu dilakukan adalah melakukan protokol kesehatan dengan baik.
"Anggap saja kita ini masih lama harus melakukan protokol kesehatan. Kita harus pakai masker itu masih lama jadi jangan harapkan dalam satu dua bulan kita enggak harus pakai masker lagi. Nggak akan terjadi, kita masih lama. Itu harus kita jadikan kebiasaan yang baru yaitu dari masyarakat," katanya.
Hal selanjutnya yang perlu dilakukan dari pemerintah adalah tetap menjaga tingkat test dan tracing jangan sampai melemah.
"Dari pemerintah harus tetap menjaga tesnya harus tetap tinggi. Jadi kasus turun tesnya jangan diturunkan. Harus tetap tinggi, Kemudian tracing-nya juga harus tetap tinggi," ujarnya.
Ia mengatakan masyarakat juga harus mau untuk dilakukan testing dan tracing oleh pemerintah untuk kebaikan kita bersama.
Pandemi menuju Endemi di Indonesia
Pandemi yang sudah terjadi selama kurang lebih dua tahun tidak mungkin sekejap mata menghilang namun akan beralih pada masa epidemi.
"Kita itu tidak mungkin menghilangkan virus ini dari negara kita. Bukan hanya di Indonesia dari banyak negara itu sudah berpikir seperti itu. Nggak mungkin kita menghilangkan, jadi virus ini akan tetap ada tapi tetap ada itu bukan berarti kita berputus asa kita menyerah, nggak dia tetap ada yang tertular cuma sedikit ya kita menahan level itu sedikit. Nah itu yang disebut menjadi endemi," kata Iwan.
Ia mengingatkan dengan melakukan protokol kesehatan secara baik akan terus menekan jumlah kasus di Indonesia.
"Protokol kesehatan 3M kemudian 3T itu lakukan dengan baik dengan cakupan tinggi itu-itu kita akan bisa menekan jumlah kasusnya jadi kita bisa mempertahankan terus dia rendah sehingga kita bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan di banyak negara juga sudah mengambil kebijakan yang sama dengan Indonesia yaitu aktivitas bisa dilakukan setelah kasusnya rendah.
"Artinya, tidak berharap Covid-10 akan hilang dari negara tersebut ya baru melakukan aktivitas nggak gitu kan. Tapi aktivitas bisa berjalan setelah kasusnya rendah dan kita yakin kita bisa menekan terus rendah itu," ujarnya.
Hal itu bisa dilakukan jika sudah mencapai vaksinasi 80 persen dari total populasi seperti yang sudah dilakukan di banyak negara lain.
"Karena vaksinasi itu yang bisa dilihat langsung ditekan vaksinasi itu kan kalau sudah divaksin kemudian sekian sekian persen punya kekebalan gitu ya nggak akan 100 persen yang divaksin punya kekebalan juga tapi itu angkanya yang bisa dikontrol," katanya.
Ia mengatakan jika lonjakan kasus sudah merendah maka akan mulai dilakukan aktivitas-aktivitas hingga dibukanya perbatasan internasional.
"Begitu rendah kita akan mulai buka aktivitas-aktivitas kita. Termasuk perbatasan internasional. Perbatasan internasional nanti suatu saat kalau dia sudah rendah kita bisa ada hubungan internasional dengan negara-negara yang sudah rendah juga kasusnya gitu," katanya.
Reporter Magang: Leony Dharmawan
Baca juga:
Jubir Presiden: Kita Tercatat Negara Sangat Sukses Dalam Pelaksanaan Vaksin
Epidemiolog Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Dampak PON XX
Update 28 September 2021, Kasus Positif Covid-19 Tambah 2.057 Orang
Mendikbud Ristek Nadiem: Tutup Sekolah Saya Disalahkan, Buka Juga Disalahkan
VIDEO: Mengenal Bahaya Serta Gejala Virus Covid-19 Varian Mu
Epidemiolog: Gap Kasus Covid-19 di Lapangan dan Data Pemerintah Capai 34 Persen