LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ini status media sosial berujung tragis

Panitia acara musik tak kuat menerima caci maki di Twitter, akhirnya meregang nyawa dengan cara bunuh diri.

2014-03-13 09:00:00
Jejaring Sosial
Advertisement

Bullying di media sosial seringkali dilontarkan para penggunanya. Mereka yang aktif di jejaring sosial pasti sudah tahu mengenai hal ini.

Terlebih mereka jika mendapat informasi yang dirasanya kurang pantas. Dalam sekejap, ratusan hinaan langsung di lontarkannya.

Salah satu akibat bully di media sosial di alami ketua panitia acara musik di Yogyakarta beberapa waktu silam. Tak kuat menerima caci maki di Twitter, membuatnya meregang nyawa dengan cara bunuh diri.

Masih ada lagi kasus bullying di media sosial. Untuk itu, merdeka.com coba merangkumnya. Berikut kejadian tragis akibat bully di media sosial:

ABG laporkan pacarnya ke polisi

Kasus pertama terjadi pada 19 Juli 2013 lalu. Edy Syahputra (20), warga Desa Boyan Kecamatan Batang Serangan, dilaporkan pacarnya SR (16), ke Polres Langkat. Dia dilaporkan dengan tuduhan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan terhadap SR melalui statusnya di Facebook.

SR, mengaku dirinya kecewa dan merasa dipermalukan lantaran Edy mengungkapkan kisah asmara antara keduanya di Facebook. Pasalnya, dalam status-statusnya di FB, Edy juga mengungkapkan pernah berhubungan intim sehingga SR kini tengah hamil.

Perempuan yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA ini bertambah emosi, karena status si pacar di FB dibaca oleh teman sekolah dan saudaranya. SR muntab melihat status itu, lalu memilih melaporkan pacarnya ke polisi.

Advertisement

Jadi objek bully usai pamer bunuh kucing

Penembakan terhadap kucing yang dilakukan oleh pemilik akun twitter @dominico_danang segera mendapat reaksi dari jagat media sosial. Danang pun langsung di-bully oleh pengguna jejaring sosial twitter.

Danang di-bully lantaran mengunggah gambar seekor kucing yang dia tembak sampai mati. Bukan tanpa sengaja, Danang justru mengaku bangga dan memang sengaja menembak kucing tersebut.

"Anak kucing ini meregang nyawa di ujung laras Sharp TIGER baru saya. Kucing naas ini menjadi korban keganasan proyektil kaliber 4,5 mm yang dilesatkan senapan baru saya. Kucing ini saya tembak dari jarak sekitar 20 meter dengan kekuatan 12 kali pompaan. Hasilnya, peluru menembus bagian rahang kucing dan melaju terus hingga keluar dari wajah kucing. Kucing sempat mengalami kejang-kejang dan akhirnya mati 2 menit kemudian. 1 shot 1 kill. hahahaha....," tulis pemilik akun @dominico_danang tersebut, yang dikutip merdeka.com, Sabtu (1/3).

Danang pun segera menjadi objek bully-an di jejaring sosial. Di Twitter, banyak yang menghujat kelakuan Danang tersebut.

Advertisement

Meninggal bunuh diri lantaran di-bully

Meninggalnya ketua pelaksana Locstock Fest (Local Stock Festival), Bobby Yoga benar-benar mengejutkan. Pria yang akrab disapa Kebo ini tampaknya tak tahan dengan tekanan yang terus menghujaninya di media sosial.

Selain sempat menulis status di Facebook, Bobby juga sempat melontarkan pernyataan di Twitternya. Ia seolah memberi petunjuk bahwa dirinya bakal segera menemui Sang Pencipta.

"Trimakasih atas sgala caci maki @locstockfest2.. Ini gerakan.. Gerakan menuju Tuhan.. Salam." tulis Bobby, seperti dilansir dari Kapanlagi.com, Minggu (26/5).

Tidak kuat menahan hinaan, Bobby akhirnya meninggal setelah menabrakkan diri dengan kereta api.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.