Ini peran kelima tersangka jaringan Solo-Poso
Kelima tersangka tersebut semuanya dalam status tahanan Densus 88 mabes Polri.
Kelima tersangka kasus pemboman di Solo dan pelatihan militer di Poso sudah ditangkap awal Mei yang lalu. Namun baru kali ini polisi membeberkan peran masing-masing.
Saat ini kelima tersangka tersebut semuanya dalam status tahanan Densus 88 mabes Polri. "Jadi dari mereka yang telah diperiksa itu telah dilakukan penahanan. 5 tersebut status sebagai tahanan" ujar Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Selasa (15/5).
Sebelumnya polisi telah melepaskan satu orang karena tidak terbukti melakukan tindak pidana teroris.
"Satu tersangka lainnya atas nama Iwan Prabowo alias Iwan telah dikembalikan ke keluarga karena belum ada bukti atau unsur pidana yang disangkakan pada yang bersangkutan," terangnya.
Berikut peran ke lima tersangka tersebut:
1. Rizki Gunawan
Ditangkap 3 Mei lalu di jalur 1 Gambir Jakarta. Diduga ikut latihan merakit bom dan senjata api di Sulawesi Tengah. Memberi dukungan dana Rp 225 juta pembelian senjata api untuk kegiatan tersebut. Dukungan dana bom di Solo tanggal 25 September 2011, dana dari hasil hacking situs MLM Investasi Online.
2. Andre kurniawan
Ditangkap pada hari Jumat 4 Mei di Medan. Keterlibatan kegiatan pengumpulan dana untuk pembuatan bom dan operasional dalam kasus peledakan bom Solo tahun 2011 lalu.
3. Dedi Irawan
Penangkapan 4 Mei di Medan. Keterlibatan pemberian dana Rp 200 juta rupiah dalam rangka pembelian senjata api dan pembiayaan pelatihan para militer di Poso. Menyembunyikan informasi pelaku bom atas nama Hendri Kurniawan pada April 2012. Ikut latihan para militer, merakit bom dan latihan menembak di pegunungan Poso dan Malimau Sulteng
4. Sidik Wira Pranata
Penangkapan dilakukan jumat 4 mei 2012 jam 14.30 di Medan. keterlibatan adalah menyembunyikan DPO bom solo, Andre Kurniawan dan membantu Rizki Gunawan menghilangkan jejak, pengumpulan dana dengan cara memalsukan ktp yang digunakan pada aplikasi Bank.
5. Agus Supriyanto
Penangkapan 5 Mei lalu di Palembang. Keterlibatan sebagai peserta latihan militer di Aceh Besar. Februari 2010 yang lalu dalam kelompok Dul Matin sebagai peserta latihan militer para militer pembuatan bom dan menembak di pegunungan Poso, pimpinan Santoso.
(mdk/hhw)