Ini alasan Jokowi rombak kabinetnya yang berumur 10 bulan
Dalam waktu singkat, Jokowi telah mengganti lima menteri dan sekretaris kabinetnya.
Bukan tanpa sebab Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan, Presiden Jokowi menghendaki kinerja pemerintahannya segera berjalan efektif dan efisien, khususnya di bidang ekonomi.
"Jadi ada dinamika tingkat global maupun nasional terutama sekali dalam dinamika ekonomi yang membutuhkan respon yang sangat cepat dari pemerintah," kata Pratikno di Istana, Jakarta, Rabu (12/8).
Oleh karena itu, Pratikno menegaskan, presiden merasa perlu melakukan suatu terobosan bagi percepatan kerja-kerja kabinet. Supaya pemerintahan semakin kokoh dan bergerak cepat dan meningkatkan hubungan luar, pasar dan internasional.
"Pertimbangannya adalah kita butuh pemerintahan efektif, konsolidatif, bergerak cepat sesuai dengan tantangan tahun ini. Dari pasar dan masyarakat internasional," jelas Pratikno.
Menurut Pratikno, presiden sudah melakukan evaluasi beberapa kali terhadap menteri-menterinya. Dan hasilnya hari ini dilakukan perombakan dengan harapan kinerja pemerintahan dapat lebih efektif.
"Presiden tentu sudah melakukan review selama beberapa bulan ini. Sudah mereview kerja-kerja kabinet dalam berapa juga direview kembali. Presiden sendiri yang tahu," terangnya.
Ketika disinggung apa alasan utama presiden mencopot Andi Widjajanto dari posisinya sebagai Sekretaris Kabinet, kata Pratikno, tak lain adalah agar pemerintahan berjalan efektif.
"Ya itu saja alasannya efektivitas pemerintahan," tutupnya.
Baca juga:
Soal reshuffle, Romahurmuziy akui butuh perbaikan di sektor ekonomi
Isi posisi Luhut, Jokowi bakal angkat Plt Kepala Staf Kepresidenan
Hipmi berharap menteri baru berhenti menyalahkan ekonomi dunia
Pramono diyakini bakal jadi kekuatan baru di pemerintah Jokowi
Dimusuhi PDIP, Rini Soemarno ternyata malah aman dari reshuffle