Haul ke-5, testimoni tentang Gus Dur kerap undang gelak tawa
'Saya nggak ngurusin aja dapat 28 kursi, apalagi saya bantu urus. Memang hebat PKB ini," kata Gus Dur.
Haul ke-5 (alm.) KH Abdurrahman Wahid, dengan tema "Gus Dur adalah Kita" , diselenggarakan oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (23/12).
Sejumlah tokoh undangan pun turut hadir, antara lain ketua umum PKB H. Muhaimin Iskandar, Menristek Perguruan Tinggi Muhammad Nasir, mantan jubir kepresidenan era Gus Dur Yahya Cholil Staquf, budayawan Arswendo Atmowiloto, KH Agus Sunyoto, dan dua orang anggota Srimulat yaitu KH Ahmad Sakirun (Kirun) dan Tarzan.
Sejumlah testimoni dan penuturan kisah-kisah jenaka dari para pembicara mengenai sosok Gus Dur, kerap menjadi pemicu gelak tawa para undangan yang menghadiri acara tersebut. Selaku ketua umum PKB sekaligus keponakan dari Gus Dur, Cak Imin, begitu Muhaimin karib disapa, tak mau ketinggalan menceritakan kisah-kisah serunya bersama mahaguru PBNU tersebut.
"Saya dulu waktu sama Mas (WS) Rendra kan pernah demo di depan istana, sampai dipukuli sama aparat waktu itu. Mas Rendra bahkan sampai berdarah-darah, dan saya lari duluan naik taksi. Tapi itu bukan karena saya pengecut, tapi itu berkat amalan sunnah yang saya jalani makanya larinya terlihat cepat, padahal mah biasa saja," kata Muhaimin ditingkahi tawa hadirin yang hadir di DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (23/12).
"Abis itu saya ngumpet ke PBNU, terus masuk ke ruangan Gus Dur. Saya cerita dong hebatnya saya melakukan aksi itu, wong namanya aktifis, masih semangat dan berjiwa muda. Eh nggak tahunya malah disemprot (dimarahi) lho habis-habisan sama beliau," katanya Muhaimin kembali membuat hadirin terbahak.
Muhaimin juga menceritakan bagaimana dirinya disebut-sebut pernah terlibat konflik dengan alm. Gus Dur, terkait masalah kepengurusan PKB. Dirinya menceritakan bagaimana sikap Gus Dur saat dirinya sempat memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai ketua umum PKB.
"Habis saya tanda tangani surat pengunduran diri sebagai ketum PKB, saya kasih lah surat itu ke beliau (Gus Dur), eh malah dibalikin lho sambil bilang 'Nih, sekarepmu wes mau ngapain aja', terus suratnya dikembalikan ke saya. Nah saya bingung dong, mau resign kok disuruh terserah, berarti kan harus tetep tanggung jawab," kata Muhaimin.
"Lalu pasca Pemilu 2009, saya laporan ke Gus Dur. Ini Gus, kita cuma dapat 28 kursi di DPR, kata saya. Eh beliau malah kaget lho, katanya 'Saya nggak ngurusin aja dapat 28 kursi, apalagi saya bantu urus. Memang hebat PKB ini', begitu katanya. Nggak ada tuh nama saya disebut-sebut atau dipuji. Padahal sebelumnya beliau bilang terserah, tapi pas dapat 28 kursi, nggak sedikitpun tuh saya dipuji," kata Muhaimin kembali disambut gelak tawa hadirin.
Dalam acara yang digelar demi mendoakan dan memperingati jasa-jasa (alm.) Gus Dur itu, dilakukan pula penandatanganan Deklarasi Komitmen oleh sejumlah petinggi PKB dan PBNU, di atas spanduk pernyataan untuk meneruskan perjuangan nilai dan cita-cita almarhum Gus Dur.
Acara haul ke-5 Gus Dur ini juga dilengkapi dengan pameran foto pada lantai 1 gedung DPP PKB, berupa foto-foto sosok Gus Dur saat ia masih menjabat sebagai presiden RI ke-4, serta momen-momen lainnya selama almarhum masih hidup.
(mdk/ian)