Habibie: Anwar Ibrahim saudara saya
Keduanya terlihat sangat akrab, berangkulan serta saling cium pipi kanan dan kiri.
Kedua tokoh ini sangat akrab. Bersalaman, berangkulan, sekaligus cium pipi kiri dan kanan. Ritual itu berlaku saat mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menemui bekas Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie di kediamannya, Jalan Patra Kuningan XIII nomor 3, Jakarta Selatan, Selasa (17/7).
Habibie melepas orang yang sudah dianggap adik sendiri itu hingga Anwar menutup pintu geser Toyota Alphard hitam bernomor B 2000 AA yang dia tumpangi.
"kapan pulang?" tanya Habibie yang bersetelan jas abu-abu seraya tersenyum.
"Nanti sore." Anwar yang sudah merebahkan badannya di jok empuk kembali mendongakkan kepala ke luar. "Saya datang (ke Jakarta) diundang Pak Hassan (mantan menteri luar negeri Hassan Wirayuda kini menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hubungan Luar Negeri dan Internasional)."
Habibie langsung melambaikan tangan saat pintu geser Alphard sudah tertutup. Tampak seperti bayangan, Anwar membalas lambaian itu. "Dia kan saudara saya. Ngobrol karena sudah lama tak bersua," kata Habibie kepada merdeka.com. Ia langsung ngeloyor ke dalam rumah ketika ditanya soal perjuangan Anwar di dunia politik Malaysia.
Pertemuan kedua bekas pejabat itu berlangsung sekitar satu setengah jam. Anwar dengan setelan jas hitam tiba di rumah Habibie pukul 10 pagi dan meninggalkan lokasi jam 11.30.
Anwar datang ke Jakarta memenuhi undangan Strategic Review, the Indonesian Journal of Leadership, Policy, adn World Affairs. Ini lembaga nirlaba dibentuk oleh Hassan Wirajuda. Dia bersama mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra dan bekas Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta akan menjadi panelis dalam seminar berjudul Perdamaian dan rekonsiliasi di Asia Tenggara.
Kediaman Habibie di Jalan Patra Kuningan XIII nomor 1, 3, 5, dan 7 kembali teduh dan damai selepas lawatan Anwar. Hanya staf dan penjaga asyik ngobrol di teras dan dekat pos pengamanan.(mdk/fas)