Gubernur Sulsel Apresiasi Penguatan Pengawasan Obat dan Makanan melalui Loka POM Bone di Bosowasi
Gubernur Sulawesi Selatan menyambut baik kehadiran Loka POM Bone yang diharapkan menjadi pusat pengawasan obat dan makanan, termasuk kosmetik tradisional, di wilayah Bosowasi.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyatakan apresiasinya terhadap keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Bone. Kehadiran Loka POM Bone ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan obat dan makanan di kawasan Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai (Bosowasi).
Pusat pengawasan ini tidak hanya fokus pada produk farmasi dan pangan umum, tetapi juga mencakup pengawasan terhadap produk kosmetik dan perawatan kulit tradisional. Sektor ini kini menunjukkan perkembangan pesat di tengah masyarakat, sehingga memerlukan perhatian khusus dari otoritas terkait.
Dalam keterangannya di Makassar pada Minggu, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman juga menyampaikan harapannya agar Loka POM Bone dapat berkembang lebih lanjut. Ia berharap unit ini bisa menjadi Balai Besar yang mewakili seluruh kawasan Bosowasi di masa mendatang.
Peran Strategis Loka POM Bone di Bosowasi
Kehadiran Loka POM Bone memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat di empat kabupaten tersebut. Dengan adanya unit ini, pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan ilegal atau tidak memenuhi standar dapat dilakukan lebih efektif dan responsif.
Gubernur Sulawesi Selatan menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi untuk terus berkolaborasi dengan Badan POM. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat sistem pengawasan demi melindungi konsumen dari produk-produk yang berpotensi membahayakan.
Fokus pengawasan juga diarahkan pada produk-produk yang banyak digunakan masyarakat, seperti kosmetik dan skincare tradisional. Produk-produk ini seringkali beredar tanpa pengawasan memadai, sehingga berisiko tinggi bagi kesehatan pengguna jika tidak memenuhi standar keamanan.
Kepala Badan POM RI, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa pembentukan UPT di daerah merupakan bagian dari semangat Badan POM untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Inisiatif ini menunjukkan upaya serius dalam memastikan keamanan produk yang dikonsumsi dan digunakan publik.
Kesiapan Kabupaten Bone sebagai Pusat Pengawasan
Taruna Ikrar mengungkapkan bahwa dari tujuh UPT yang mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB), Kabupaten Bone dinilai sebagai daerah yang paling siap. Kesiapan ini menjadi faktor kunci dalam penunjukan Bone sebagai lokasi Loka POM.
Kesiapan Kabupaten Bone terlihat dari berbagai aspek, termasuk ketersediaan bangunan dan fasilitas yang memadai. Selain itu, dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat juga menjadi indikator penting dalam keberhasilan implementasi program ini.
Loka POM Bone nantinya akan memiliki cakupan wilayah kerja yang meliputi Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai. Hal ini memungkinkan koordinasi dan tindakan pengawasan yang lebih terpadu di seluruh kawasan Bosowasi.
Pembentukan dan penguatan UPT di daerah merupakan langkah konkret Badan POM untuk menjangkau daerah-daerah terdepan. Tujuannya adalah memastikan bahwa standar keamanan obat dan makanan dapat ditegakkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sumber: AntaraNews