Gubernur Maluku Tegaskan Penguatan Negeri Adat Melalui Pelantikan Raja
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan komitmen terhadap penguatan negeri adat sebagai fondasi utama menjaga nilai budaya dan kearifan lokal, terutama saat pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam merupakan langkah penting untuk memperkuat eksistensi negeri adat di Maluku. Langkah ini sekaligus bertujuan menjaga keberlanjutan nilai budaya serta kearifan lokal masyarakat Maluku. Penegasan ini disampaikan Hendrik saat menghadiri acara pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam di Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.
Acara pelantikan yang berlangsung pada Sabtu (23/5) ini menjadi simbol kuat bagi masyarakat Maluku. Hendrik menyatakan bahwa momen ini bukan hanya sekadar melantik seorang raja, melainkan juga meneguhkan kembali marwah negeri dan menyambung warisan leluhur. Hal ini juga memelihara nafas peradaban orang Maluku yang kokoh di atas nilai persaudaraan, kehormatan, dan kearifan adat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lewerissa menekankan pentingnya peran raja dalam tatanan adat Maluku. Seorang raja memikul tiga mandat sekaligus, yaitu sebagai representasi negara berdasarkan peraturan perundang-undangan, pemimpin masyarakat adat, serta pemimpin umat. Mandat ini menunjukkan kompleksitas dan vitalnya posisi seorang raja dalam struktur sosial dan budaya Maluku.
Mandat Raja Adat dan Simbol Ketahanan Budaya
Pelantikan Raja Negeri Siri Sori Islam menjadi simbol kuat bahwa adat dan budaya Maluku tetap hidup dan berkembang di tengah arus globalisasi yang semakin deras. Gubernur Lewerissa menegaskan bahwa Maluku sedang menyatakan kepada dunia mengenai kekayaan adat, nilai, dan kearifan leluhur yang terus hidup dalam semangat 'orang basudara'. Ini mencerminkan ketahanan budaya masyarakat Maluku dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Nilai-nilai Siwalima menjadi fondasi utama yang harus terus dijaga dan diperkuat oleh masyarakat. Hendrik mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persaudaraan antarwarga sebagai pilar utama kehidupan sosial di Maluku. Semangat kebersamaan dan gotong royong ini diharapkan dapat terus lestari di tengah dinamika kehidupan modern.
Keberadaan negeri adat, dengan rajanya sebagai pemimpin, menjadi benteng terakhir penjaga identitas. Penguatan negeri adat adalah upaya kolektif untuk memastikan bahwa warisan budaya tidak lekang oleh waktu. Ini juga menjadi jaminan bagi generasi mendatang untuk tetap mengenal akar budayanya.
Peran Masyarakat dan Harapan untuk Raja Baru
Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Negeri Siri Sori Islam. Masyarakat dinilai mampu menjalani proses penetapan raja secara santun dan damai, dengan tetap menghormati adat istiadat yang berlaku. Proses ini berujung pada terpilihnya Raja dari Mata Rumah Parentah Pattisahusiwa, menunjukkan kematangan beradat masyarakat setempat.
Raja Negeri Siri Sori Islam yang baru dilantik, Syarifudin Pattisahusiwa, diharapkan mampu menjalankan pemerintahan negeri secara bijaksana. Selain itu, ia juga diharapkan tanggap terhadap perubahan zaman, namun tetap menjunjung tinggi hukum dan martabat adat. Keseimbangan antara tradisi dan modernitas menjadi kunci kepemimpinan yang efektif.
Gubernur Lewerissa berpesan kepada Upu Latu, sebutan untuk raja, bersama perangkat Saniri Negeri, untuk bijak dalam menyikapi perubahan zaman. Ia secara tegas mengingatkan agar menghindari penyalahgunaan kewenangan yang dapat berujung pada ranah hukum. Pesan ini menegaskan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah adat dan pemerintahan.
Komitmen Pemerintah Provinsi dalam Penguatan Adat
Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat keberadaan negeri-negeri adat. Ini karena negeri adat merupakan bagian integral dari identitas dan roh kebudayaan masyarakat Maluku. Penguatan ini bukan hanya sekadar dukungan formal, melainkan pengakuan terhadap peran vital adat dalam pembangunan daerah.
Menurut Gubernur, di negeri adatlah bersemayam jati diri, kehormatan, dan roh kebudayaan orang Maluku. Oleh karena itu, dukungan penuh dari pemerintah provinsi menjadi esensial untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai tersebut. Inisiatif ini menunjukkan perhatian serius terhadap pelestarian warisan leluhur.
Hendrik juga mengajak seluruh masyarakat Siri Sori Islam dan Kecamatan Saparua Timur untuk memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan raja yang baru. Dukungan ini penting demi menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan negeri yang berkeadilan. Kolaborasi antara pemerintah adat dan masyarakat adalah kunci untuk mencapai kemajuan bersama.
Sumber: AntaraNews