Gempuran drama serial Turki di televisi
“Serial lokal saat ini menghadapi pesaing dari Turki."
Belakangan ini, hampir setiap hari di layar kaca kita muncul serial mirip telenovella yang digemari pemirsa. Serial-serial yang kebanyakan bertema cinta tersebut adalah serial impor dari negeri nan jauh di sana: Turki.
Berdasarkan survei terbaru AC Nielson, serial Turki semakin menyemarakkan persaingan program serial di Indonesia hampir setahun terakhir. Sejak Januari hingga September program sinetron lokal paling banyak ditayangkan dengan 212 judul, tetapi rata-rata penonton di 11 kota di Indonesia menghabiskan waktu 31 menit hanya untuk menonton serial drama Turki. Sementara waktu rata-rata untuk menonton serial India adalah 21 menit dan waktu menonton serial lokal hanya 18 menit.
Mochammad Ardiansyah, Directur dari Nielsen Television Audience (TAM) mengatakan bahwa serial lokal menghadapi persaingan dari Turki, walaupun terdapat lebih dari 200 judul yang ditayangkan tidak banyak yang bertahan menjadi sepuluh program serial teratas.
“Serial lokal saat ini menghadapi pesaing dari Turki. Walaupun ada lebih dari 200 judul, tidak banyak yang bisa bertahan di posisi 10 teratas," kata Ardiansyah dalam rilis yang diterima merdeka.com, Sabtu (31/10).
Banyak stasiun televisi swasta tanah air menayangkan drama Turki. Sebut saja SCTV, sebagai pelopor media televisi yang menayangkan serial Turki, SCTV memiliki andalan drama Elif, yang kini telah memasuki seasons 2. ANTV yang paling gencar menayangkan drama Turki. Mulai Abad Kejayaan, Shehrazat, hingga Consu dan Hazal. Trans TV dan Trans7 juga tak mau kalah menayangkan drama Turki. Dua televisi milik pengusaha Chairul Tanjung tersebut menayangkan Cinta di Musim Cherry (Trans TV) dan Kebangkitan Ertugrul (Trans7).
Drama Turki digemari lantaran memiliki banyak aktor yang ganteng, serta aktris yang cantik. Sehingga wajar, kebanyakan penggemar drama Turki adalah perempuan, khususnya ibu-ibu.
Meski sebagian besar penonton program serial adalah perempuan, ada sedikit perbedaan pada profil penonton serial Turki dan India. Penonton serial India rata-rata adalah perempuan dari kelompok usia 5-14 tahun dan 30 tahun ke atas dari kelas sosial menengah ke bawah, sedangkan serial Turki banyak ditonton oleh perempuan dengan usia rata-rata 30 tahun dari kelas sosial menengah.
Merdeka.com pada Sabtu (31/10) kali ini akan mengupas banyak mengenai serial Turki yang kini mulai membanjiri stasiun televisi Indonesia, menggeser drama Korea dan India yang selama ini telah merebut hati pemirsa. Selamat membaca!(mdk/war)